APRIL

Silabus April

Comprehensive Credit Analyst: Analisa Kredit yang Berkualitas, Cara Cepat Perhitungan Kebutuhan Kredit dan Meminimalisir Terjadinya Kredit Bermasalah

Kredit merupakan bisnis yang terbesar bagi perbankan/lembaga pembiayaan dimana porsi pendapatan bank/lembaga pembiayaan sampai saat di didominasi bersumber dari interest income (pendapatan bunga). Namun demikian kredit merupakan asset yang berisiko yang perlu dikelola dengan baik agar tidak terjadi kerugian bagi bank.

 

Untuk menjaga kredit tetap tumbuh berkelanjutan dan terjaga tingkat kesehatan assetnya, maka terdapat 4 aspek yang perlu dipenuhi oleh bank/lembaga pembiayaan yaitu :

  1. Tim Unit Bisnis yang Tangguh

Mengingat kondisi persaingan saat ini sangat tajam, dimana pesaing tidak hanya datang dari sesama lembaga perbankan (Bank Umum, dan BPR), Lembaga Pembiayaan juga bersaing dengan Financial Technologi yang semakin marak, sehingga petugas perlu dibekali bagaimana melakukan merencanakan Strategi pemasaran termasuk mapping business, bagaimana melakukan Taktik pemasayan (Diferensiasi, tehnik selling, negosiasi dan penggunaan tools marketing mix), bagaimana meningkatkan brand perusahaan melalui Value dan Proses agar disejalan dengan harapan stake holder (pegawai, Nasabah, pemegang saham) dengan ukuran scorecard

  1. Analisa dan Memitigasi Risiko yang komprehensif

Salah satu kontribusi munculnya kredit bermasalah adalah melalui kurang pahamnya petugas dalam melakukan Analisa dan Memitigasi Risiko. Tentunya dari pembelajaran melalui training sekaligus workshop akan menambah kompetensi petugas dalam menganalisa dan lebih aware terhadap memproses kredit.

  1. Peguatan Administrasi Kredit yang tangguh

Administrasi kredit harus diposisikan sejajar dengan analis kredit, karena masih dalam satu kesatuan dalam proses kredit. Administrasi kredit harus ditempatkan sebagai penjaga gawang terakhir melalui pemenuhan dokumentasi serta aspek yuridis dalam pemberian kredit agar hak eksekutorial bank atas perjanjian, proteksi dan jaminan tetap terjaga secara aman.

  1. Tim Remmedial & Recovery yang baik

Bank atau lembaga pembiayaan harus didukung oleh tim Remmedial & Recovery yang baik. Kejadian permasalahan kredit sudah lumrah terjadi terlebih dalam kondisi ketidakpastian  yang tinggi saat ini. namun perbankan/lembaga pembiayaan perlu  membekali bagaimana memanage problem loan yang baik, tehnik tehnik penyelamatan dan penyelesaian yang lebih efektif agar dapat meminimalisir risiko bagi bank. 

  1. Pengelolaan Kebijakan dan Prosedural perkreditan

 

4 aspek ini harus menjadi lesson learn dan menjadi panduan bagi bank/lembaga pembiayaan dalam melakukan proses perkreditan. Updating dan perbaikan prosedur dan kebijakan perkreditan menjadi rujukan/pedoman yang diarahkan sebagai pengendalian perkreditan kedepan bagi institusi.

Analisa Bisnis & Strategi Pengembangan Produk Perbankan

Lanskap perbankan tahun 2026 tidak lagi hanya bersaing antar bank, tetapi juga dengan ekosistem Fintech dan Big Tech. Pengembangan produk perbankan tidak boleh lagi bersifat “menebak” atau sekadar mengejar tren. Diperlukan kemampuan Analisa Bisnis yang tajam untuk mengidentifikasi pain points nasabah serta Strategi Pengembangan yang tangkas (agile) namun tetap prudent.

 

Dalam permasalahan akuisisi Dana Pihak Ketiga juga akan mengalami tantangan yang luar bi-asa sehingga dibutuhkan pandangan yang luas agar dapat melihat dan mempelajari serta mengambil kemungkinan yang masih dapat dijalankan.

The Art of Investigative Interviewing: Mendeteksi Kebohongan dan Mendapatkan Pengakuan dalam Kasus Fraud

Dalam penanganan kasus fraud, bukti dokumen seringkali tidak cukup untuk mengungkap aktor intelektual atau motif di balik sebuah kejahatan. Wawancara investigatif adalah “senjata pamungkas” untuk menggali informasi yang tersembunyi.

 

Namun, wawancara investigatif bukan sekadar tanya jawab biasa; ini adalah perpaduan antara psikologi perilaku, teknik komunikasi strategis, dan analisis tanda-tanda kebohongan. Training “The Art of Investigative Interviewing” akan membekali peserta dengan metode yang terstruktur untuk mengarahkan terperiksa (interviewee) dari penyangkalan menuju pengakuan secara etis dan legal.

Strategic Treasury Management: Balancing Liquidity, Risk, and Return

Dalam ekosistem perbankan modern, unit Treasury bukan sekadar “pengelola kas”, melainkan pusat saraf strategis yang menentukan hidup-matinya sebuah institusi. Di tengah fluktuasi suku bunga yang dinamis, ketatnya persaingan likuiditas, dan tuntutan regulasi yang semakin kompleks, seorang praktisi Treasury dituntut untuk memiliki ketangkasan dalam mengambil keputusan di bawah tekanan.

 

Paradoks Treasury: Tiga Sisi Koin

Tantangan terbesar dalam manajemen Treasury adalah menghadapi “Trinity” yang sering kali saling bertolak belakang:

  1. Likuiditas: Memastikan bank selalu memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban (aman, tapi biaya tinggi).
  2. Risiko: Memitigasi eksposur pasar dan kredit agar modal tetap utuh (konservatif).
  3. Return: Mengejar profitabilitas maksimal demi memuaskan pemangku kepentingan (agresif).

 

Pelatihan ini dirancang untuk membekali Anda dengan “kompas” strategis guna menyeimbangkan ketiga elemen tersebut tanpa mengorbankan stabilitas bank.

 

Mengapa Program Ini Menjadi Krusial?

Melalui sesi ini, kita akan melampaui teori dasar dan masuk ke dalam simulasi strategis mengenai:

  1. Optimalisasi Neraca: Bagaimana mengelola mismatch antara aset dan liabilitas secara proaktif.
  2. Pricing Strategy: Menggunakan Funds Transfer Pricing (FTP) sebagai alat kendali profitabilitas antar unit bisnis.
  3. Market Resilience: Membangun daya tahan terhadap guncangan pasar melalui teknik hedging dan manajemen durasi yang cerdas.

 

  1. Compliance as a Strategy: Menjadikan batasan regulasi (seperti LDR, GWM, dan LCR) sebagai parameter untuk mencari peluang, bukan sekadar beban kepatuhan.

 

==========

“Treasury yang hebat tidak hanya bertahan dalam badai likuiditas, tetapi tahu kapan harus mengembangkan layar untuk menangkap angin keuntungan.”

==========

Awareness and Implementation of ISO 9001:2015

Di tengah pasar yang semakin kompetitif dan dinamis, kualitas bukan lagi sekadar keunggulan tambahan, melainkan sebuah kebutuhan fundamental. Pelanggan kini memiliki lebih banyak pilihan dan tuntutan yang lebih tinggi terhadap produk dan layanan. Kegagalan dalam memenuhi standar kualitas dapat berdampak fatal, seperti kehilangan kepercayaan pelanggan, menurunnya reputasi, dan hilangnya pangsa pasar. Oleh karena itu, organisasi harus secara proaktif membangun dan memelihara sebuah sistem yang dapat menjamin kualitas secara konsisten.

 

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Sistem Manajemen Mutu (SMM) hadir sebagai kerangka kerja yang sistematis. ISO 9001:2015 adalah standar internasional yang diakui secara global untuk SMM. Standar ini menyediakan panduan bagi organisasi, tanpa memandang ukuran atau industrinya, untuk:

  • Meningkatkan efisiensi proses operasional.
  • Mengidentifikasi dan mengelola risiko yang berpotensi memengaruhi kualitas.
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan secara konsisten memenuhi harapan mereka.
  • Menciptakan budaya perbaikan berkelanjutan di seluruh organisasi.

 

Implementasi standar ini bukan hanya untuk mendapatkan sertifikasi, melainkan untuk menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis.

 

Implementasi ISO 9001:2015 tidak akan berhasil tanpa pemahaman dan dukungan dari seluruh anggota organisasi. Seringkali, karyawan hanya mengetahui bahwa perusahaan sedang dalam proses sertifikasi tanpa memahami apa, mengapa, dan bagaimana standar tersebut memengaruhi pekerjaan mereka sehari-hari.

 

Training pehamanan dan pelaksaan ISO 9001 ini sangat penting untuk:

  • Menyatukan pemahaman seluruh tim tentang tujuan SMM dan ISO 9001:2015.
  • Menggarisbawahi peran dan tanggung jawab setiap individu dalam menjaga kualitas.
  • Menghilangkan kesalahpahaman dan menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap standar mutu.
  • Menciptakan budaya proaktif di mana setiap karyawan termotivasi untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas.

 

Melalui Training ini, kita tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga memberdayakan seluruh tim untuk menjadi bagian integral dari perjalanan perusahaan menuju keunggulan operasional.

First Aid & Fire Basic

Kecelakaan kerja dan kebakaran adalah risiko nyata yang dapat terjadi kapan saja di lingkungan kantor, pabrik, maupun area publik. Menunggu bantuan medis profesional atau petugas pemadam kebakaran sering kali memakan waktu yang fatal (The Golden Hour).

 

Training First Aid & Fire Basic dirancang untuk membekali personel non-medis dan non-pemadam dengan keterampilan praktis untuk bertindak cepat, tepat, dan tenang dalam situasi darurat. Peserta akan dilatih untuk menjadi responden pertama yang mampu memitigasi dampak cedera dan mencegah api kecil menjadi bencana besar.

Anti-Fraud Awareness: Membangun Budaya Integritas dan Mitigasi Risiko Orang Dalam

Fraud atau kecurangan bukan hanya masalah kebocoran finansial, tetapi juga masalah kepercayaan dan integritas budaya organisasi. Ancaman paling berbahaya sering kali bukan berasal dari luar, melainkan dari “orang dalam” (insider threat) yang memiliki akses dan memahami celah sistem.

 

Training Anti-Fraud Awareness ini memberikan pemahaman mendalam mengenai psikologi pelaku fraud, modus operandi terbaru, dan cara membangun sistem deteksi dini. Dengan fokus pada pembangunan budaya integritas, pelatihan ini bertujuan mengubah paradigma karyawan dari sekadar “patuh aturan” menjadi “penjaga aset dan reputasi” perusahaan.

Strategic Collateral Management 2026: Mitigasi Risiko Kredit melalui Penilaian Aset yang Akurat

Di tahun 2026, dinamika pasar properti dan aset bergerak menuntut lembaga keuangan untuk memiliki strategi pengelolaan agunan yang lebih adaptif. Manajemen agunan bukan lagi sekadar administrasi dokumen, melainkan pilar utama dalam menjaga rasio NPL (Non-Performing Loan) dan mengoptimalkan Capital Adequacy Ratio (CAR). Pelatihan ini membekali peserta dengan teknik penilaian aset yang presisi, pemanfaatan data analitik, serta aspek hukum pengikatan agunan yang kuat.

Professional Grooming & Table Manner

Dalam era globalisasi yang semakin kompetitif, penampilan diri dan etika professional bukan lagi sekedar pelengkap, melainkan menjadi asset berharga yang dapat membedakan karyawan Perusahaan Anda dengan yang lain. Penampilan diri yang menarik dan sikap yang sopan santun akan membuka peluang, baik dalam karir maupun kehidupan pribadi. Sebaliknya, penampilan yang kurang professional dan perilaku yang kurang sopan dapat menghambat kemajuan karyawan di Perusahaan Anda.

 

Pelatihan penampilan diri, table manner ini dirancang khusus untuk membantu karyawan Perusahaan Anda menguasai keterampilan interpersonal untuk meningkat kepercayaan diri dan membangun citra professional yang kuat.

Internal Audit ISO 14001:2015 Based on ISO 19011:2018

Audit Internal sebagai salah satu persyaratan ISO 14001:2015 merupakan motor penggerak untuk melakukan percepatan bagi para pelaku organisasi atau usaha dalam menghadapi tantangan usaha yang makin kompetitif dari waktu ke waktu. Audit  Internal adalah tahapan penting dari Siklus Sistem Manajemen Lingkungan (SML) yang  meng-evaluasi tahapan siklus sebelumnya serta memberikan gambaran untuk pengambilan langkah-langkah yang tepat bagi tahapan siklus berikutnya sehinggga proses “Continuous Improvement” terhadap Sistem Manajemen Lingkungan yang ada berlangsung dengan sempurna.

 

Dengan penerapan standar yang baru, maka orientasi penerapan Sistem Manajemen berdasar “Leadership, Risk Based Processed and Performance” 

 

Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan program audit mutu internal beserta sumber daya dan materi kegiatan-kegiatan pelaksanaan audit yang tepat sehingga mampu terealisasi kegiatan audit yang memecahkan permasalahan dalam penerapan Sistem Manajemen Lingkungan serta mewujudkan proses “Continuous Improvement”.

Integrasi KYE dalam Program APU-PPT: Kepatuhan Total terhadap Regulasi OJK Terbaru

Di balik sistem, teknologi, dan regulasi yang semakin canggih, bank pada akhirnya tetap dijalankan oleh manusia. Setiap transaksi, persetujuan kredit, pengelolaan dana daerah, hingga pelaporan kepada regulator, bergantung pada keputusan dan integritas karyawan yang menjalankannya. Di titik inilah, peran sumber daya manusia menjadi faktor penentu apakah sebuah bank berjalan dengan aman dan sehat, atau justru menyimpan risiko besar di dalamnya.

 

Bagi Perbankan, tantangan ini memiliki dimensi yang lebih luas. Setiap kelemahan dalam pengelolaan SDM bukan hanya berdampak pada bank, tetapi juga pada kepercayaan publik dan stabilitas keuangan.

 

Banyak permasalahan perbankan termasuk fraud, penyalahgunaan kewenangan, dan lemahnya kualitas pelaporan berawal dari hal-hal yang terlihat sederhana: kurangnya pemahaman pegawai, pengawasan yang longgar, atau konflik kepentingan yang dibiarkan berlarut-larut. Tidak jarang, kasus besar justru bermula dari oknum internal yang sebenarnya memahami sistem dengan sangat baik, namun menggunakan pengetahuan dan akses tersebut secara tidak semestinya.

 

Sementara itu, efektivitas pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme sangat bergantung pada kewaspadaan orang-orang di dalam bank. Sistem dapat mendeteksi pola, tetapi manusia yang memutuskan apakah sebuah transaksi patut dicurigai, dilaporkan, atau diabaikan. Ketika pegawai tidak cukup mengenali risikonya sendiri atau bahkan berada dalam konflik kepentingan maka potensi pencucian uang dan fraud akan semakin sulit dicegah.

 

Dalam praktiknya, bank selama ini sudah sangat familiar dengan konsep Know Your Customer (KYC). Namun, mengenal nasabah saja tidak cukup. Bank juga perlu mengenal orang-orang yang bekerja di dalamnya: latar belakangnya, perannya, akses yang dimiliki, serta risiko yang melekat pada setiap jabatan. Inilah esensi dari Know Your Employee (KYE).

 

KYE bukan sekadar proses administrasi saat rekrutmen, tetapi pendekatan berkelanjutan untuk memastikan bahwa setiap pegawai:

  1. Memahami tanggung jawab dan batas kewenangannya,
  2. Menyadari risiko yang melekat pada pekerjaannya,
  3. Memiliki keberanian dan saluran yang aman untuk melaporkan indikasi pelanggaran,
  4. Serta bekerja dalam budaya yang menjunjung integritas dan kepatuhan.

 

Pelatihan Know Your Employee (KYE) ini dirancang untuk membantu pegawai dan manajemen perbankan melihat isu ini dari kacamata pengawas, auditor, dan regulator, tanpa menghilangkan sisi manusiawi dalam pengelolaan SDM. Melalui diskusi, contoh kasus, dan studi nyata, peserta diajak untuk memahami bahwa pencegahan fraud dan pencucian uang bukan semata soal aturan, tetapi soal sikap, kesadaran, dan tanggung jawab bersama.

 

Dengan memperkuat pemahaman KYE, diharapkan tidak hanya siap menghadapi pemeriksaan OJK atau permintaan informasi PPATK, tetapi juga mampu membangun lingkungan kerja yang sehat, saling menjaga, dan berorientasi pada kepercayaan publik. Pada akhirnya, bank yang kuat bukan hanya bank yang patuh pada regulasi, tetapi bank yang mengenal dan menjaga orang-orang di dalamnya.

Microsoft Excel: Step-by-Step for Basic to Intermediate Users

Di era data saat ini, Microsoft Excel bukan lagi sekadar program “tabel” biasa. Excel adalah bahasa universal di dunia kerja. Baik Anda seorang staf administrasi, analis keuangan, hingga manajer proyek, Excel adalah instrumen utama yang membantu kita menyusun kekacauan data menjadi informasi yang rapi, akurat, dan bermakna.

 

Mungkin selama ini Anda merasa Excel adalah labirin rumus yang rumit, atau mungkin Anda merasa penggunaan Excel Anda masih terbatas pada copy-paste manual yang membuang waktu. Pelatihan ini hadir untuk mengubah pandangan tersebut. Kita akan memulai dari langkah dasar membangun pondasi spreadsheet yang sehat lalu secara bertahap naik ke level menengah di mana otomatisasi dan logika mulai bekerja untuk Anda.

Forensic Document Examination (Grafonomi) & E-Signature

Menjaga Integritas Transaksi di Era Hybrid: Dari Tinta ke Enkripsi

 

Di tengah pesatnya digitalisasi ekonomi tahun 2026, risiko pemalsuan dokumen tidak lantas hilang, melainkan berevolusi. Lembaga keuangan, notaris, dan instansi hukum kini menghadapi tantangan ganda: pemalsuan tanda tangan basah yang semakin canggih dan manipulasi tanda tangan digital (E-Signature) yang melibatkan celah siber.

 

Forensic Document Examination (Grafonomi) adalah disiplin ilmu yang menganalisis karakteristik tulisan tangan dan tanda tangan untuk menentukan otentisitasnya berdasarkan anatomi tulisan, tekanan, dan alur tarikan garis. Di sisi lain, E-Signature memerlukan pemahaman mendalam tentang sertifikat elektronik, enkripsi asimetris, dan validasi otoritas sertifikasi (CA).

 

Pelatihan ini hadir untuk membekali profesional dengan kemampuan “detektif dokumen” guna mendeteksi anomali, baik pada kertas fisik maupun file digital, demi memitigasi risiko hukum dan kerugian finansial.

Strategi Penuntasan Kredit Bermasalah: Optimalisasi Skema Cessie dan Likuidasi AYDA

Kredit adalah salah satu instrumen penghasil pendapatan yang besar bagi dunia perbankan. Dengan makin berkembangnya dunia usaha di Indonesia maka kebutuhan akan fasilitas kredit meningkat sangat tajam. Di sisi lain hal tersebut menciptakan masalah yang kompleks apabila terjadi kesalahan dalam pemberian kredit dan analisa awalnya.

 

Karena kurangnya jam terbang dan pengalaman bagi seorang bankir pemula yang dapat mengakibatkan terjadinya pembiaran atau kesalahan penanganan bagi nasabah kredit saat mulai timbul tanda-tanda awal yang dapat menjurus kepada kredit macet.

 

Non Performing Loan atau Kredit macet akan menggerus cadangan aktiva produktiv Bank bersangkutan karena OJK mengharuskan melakukan pencadangan dengan menetapkan aturan dan pengawasan yang ketat.

 

Penanganan dan penyelesaian Kredit Bermasalah atau Non Performing Loan memerlukan keahlian yang unik dan khusus, tidak dapat hanya dengan menyama ratakan antara satu kasus dengan yang lainnya karena hal tersebut hanya akan memperparah kondisi portofolio yang ada.

 

Banyak cara untuk menangani dan menyelesaikan Kredit yang bermasalah ini bagi Perbankan, Salah satunya adalah dengan Cessie dan AYDA.

 

Dalam Workshop Training ini akan dibahas tata cara serta langkah pengamanan dan mitigasi menggunakan kedua instrument tersebut. Hal ini sangatlah penting untuk diketahui agar Bank tidak memperoleh permasalahan hukum di kemudian hari.   

Penyusunan Standard Operating Procedure

Banyak organisasi menghadapi masalah tumpang tindih wewenang, inefisiensi proses, hingga ketergantungan pada sosok individu tertentu (hero-dependency). Hal ini biasanya terjadi karena SOP yang ada terlalu rumit, tidak sesuai fakta lapangan, atau bahkan tidak ada sama sekali.

 

Training ini memberikan panduan praktis langkah demi langkah (step-by-step) dalam memetakan proses bisnis, menganalisis beban kerja, hingga menulis instruksi kerja yang mudah dipahami. Dengan pendekatan Lean Process, peserta akan diajak menyusun SOP yang tidak hanya memenuhi standar audit (ISO/Reformasi Birokrasi), tetapi juga benar-benar diterapkan dalam operasional harian.

Permasalahan Kepailitan Dan PKPU Serta Implementasi Hukumnya

Dalam dinamika bisnis, ketidakmampuan debitur untuk melunasi utang adalah risiko yang tidak terhindarkan. Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU hadir sebagai instrumen hukum untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Namun, dalam implementasinya, seringkali muncul berbagai kompleksitas, mulai dari sengketa pembuktian utang yang sederhana, eksekusi jaminan (hak tanggungan/fidusia) di tengah proses pailit, hingga strategi perdamaian dalam PKPU.

 

Training “Permasalahan Kepailitan dan PKPU serta Implementasi Hukumnya” dirancang untuk membedah titik-titik kritis dalam proses hukum tersebut. Peserta akan diajak memahami bagaimana melindungi hak-hak kreditur, memitigasi risiko hukum bagi perusahaan, serta memahami prosedur litigasi di Pengadilan Niaga secara komprehensif.

Audit Manajemen Risiko Teknologi Informasi sesuai POJK 11/POJK.03/2022 bagi Bank Umum, POJK 4/POJK.05/2021 dan SEOJK 22/SEOJK.05/2021 bagi Lembaga Jasa Keuangan Nonbank (LJKNB) dan POJK 75/POJK.03/2016 bagi BPR/BPRS

Seiring dengan percepatan transformasi digital di sektor keuangan tahun 2026, ketergantungan pada teknologi informasi (TI) membawa risiko siber dan operasional yang semakin kompleks. Audit TI bukan lagi sekadar pemeriksaan administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan resiliensi bisnis.

 

Training ini dirancang khusus untuk membantu auditor internal dan manajemen risiko dalam melakukan evaluasi efektivitas tata kelola TI. Kurikulum disusun berdasarkan integrasi tiga pilar regulasi utama:

  1. POJK 11/2022: Standar penyelenggaraan TI bagi Bank Umum yang menekankan pada ketahanan siber.
  2. POJK 4/2021 & SEOJK 22/2021: Standar manajemen risiko TI bagi LJKNB (Asuransi, Pembiayaan, Dana Pensiun, dll).
  3. POJK 75/2016: Standar penyelenggaraan TI bagi BPR/BPRS untuk memastikan keamanan operasional skala menengah.

 

Bentuk pengendalian internal dan audit internal atas penggunaan TI pada ruang lingkup tersebut lebih dikenal di institusi keuangan sebagai IT General Control dan IT Application Control. Audit penerapan MRTI adalah bentuk pengawasan dan pengendalian internal dari IT General Control dan IT Application Control terhadap ruang lingkup penggunaan TI yang diatur oleh POJK dan SEOJK tersebut.

 

Dalam pelaksanaanya, auditor TI harus mengumpulkan bukti-bukti yang memadai melalui berbagai teknik termasuk survey, wawancara, observasi dan review dokumentasi atau desktop analisis. Satu hal yang unik, bukti-bukti audit yang diambil oleh auditor biasanya mencakup tidak hanya dokumen/hardcopy namun juga bukti elektronis, misalnya data transaksi harian/bulanan dan lain-lain.

 

Dikarenakan keterbatasan dari waktu dan tenaga auditor TI dalam melakukan kegiatan pengawasan dan pengendalian setiap harinya, auditor TI dituntut tidak hanya harus mampu mengidentifikasi risiko yang sering muncul dan berdampak besar bagi LJK dan LJKNB namun juga harus memberikan solusi hal apa saja yang dapat mengontrol dan memitigasi risiko tersebut. Audit TI MRTI membantu senior/top manajemen LJK dan LJKNB untuk menentukan area mana yang memiliki risiko tinggi berdasarkan tingkat persepsi risiko dari unit/fungsi risk manajemen LJK dan LJKNB. Dari penentuan persepsi identifikasi risiko yang tinggi kemudian dibuat kendali/control untuk memitigasinya. Auditor TI dapat langsung menentukan area mana yang lebih penting/kritikal diaudit berdasarkan tingkat persepsi risiko tersebut. Sehingga Audit TI lebih fokus pada risiko yang tinggi. Dari area yang risiko yang tinggi ini kemudian dilakukan Audit TI.

 

Pendekatan audit MRTI TI atau pendekatan audit TI berbasis risiko ini lebih efektif dan efisien dan tidak membuang waktu dan tenaga Auditor TI karena pelaksanaan audit berdasarkan area risiko yang tinggi (auditable high-risk area). Kegiatan audit TI pada low risk area berdampak auditor tidak akan banyak memberikan nilai tambah bagi LJK dan LJKNB.

 

“Audit the things that really matter to your organization.”

Manajemen Komunikasi Krisis bagi Corporate Secretary: Melindungi Citra Perusahaan di Tengah Isu Negatif

Di era informasi yang bergerak secepat kilat, sebuah isu kecil dapat bertransformasi menjadi krisis besar dalam hitungan jam. Sebagai “jendela” utama perusahaan, Corporate Secretary memiliki tanggung jawab krusial untuk menyeimbangkan kepentingan regulator, pemegang saham, dan publik.

 

Pelatihan ini dirancang untuk membekali Anda dengan kerangka kerja strategis dan keterampilan praktis guna mengendalikan narasi, meredam sentimen negatif, dan memastikan perusahaan keluar dari krisis dengan reputasi yang tetap terjaga.

Corporate Investigation For Business

Di tengah persaingan bisnis yang ketat, ancaman tidak hanya datang dari luar, tetapi sering kali muncul dari dalam organisasi. Fraud (kecurangan), pencurian data intelektual, konflik kepentingan, hingga pelanggaran kepatuhan (compliance) dapat menyebabkan kerugian finansial masif dan kehancuran reputasi.

 

Investigasi korporat adalah keterampilan khusus untuk mengumpulkan fakta secara legal, sistematis, dan objektif. Pelatihan ini akan mengajarkan bagaimana melakukan investigasi internal tanpa mengganggu operasional bisnis, serta memastikan hasil investigasi dapat diterima secara hukum jika berlanjut ke ranah litigasi.

Internal Audit ISO 45001:2018 Based on ISO 19011:2018

Pelaksanaan Audit Internal yang merupakan salah satu persyaratan ISO 45001:2018 akan menjadi motor penggerak untuk melakukan percepatan organisasi atau usaha dalam menghadapi tantangan usaha yang makin kompetitif dari waktu ke waktu. Audit  Internal adalah tahapan penting dari Siklus Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang  meng-evaluasi tahapan siklus sebelumnya serta memberikan gambaran untuk pengambilan langkah-langkah yang tepat bagi tahapan siklus berikutnya sehinggga proses “Continuous Improvement” terhadap Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang ada berlangsung dengan sempurna.

 

Dengan penerapan standar yang baru, maka orientasi penerapan Sistem Manajemen berdasar “Leadership, Risk Based Processed and Performance” 

 

Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan program audit internal beserta sumber daya dan materi kegiatan-kegiatan pelaksanaan audit yang tepat sehingga mampu terealisasi kegiatan audit yang memecahkan permasalahan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta mewujudkan proses “Continuous Improvement”.

Introduction to Derivatives: Memahami Mekanisme Forward, Futures, Swap, dan Option

Dalam dunia keuangan yang penuh dengan ketidakpastian harga komoditas, fluktuasi nilai tukar, dan perubahan suku bunga, instrumen derivatif hadir bukan sekadar sebagai alat spekulasi, melainkan sebagai instrumen manajemen risiko (hedging) yang sangat vital. Secara sederhana, derivatif adalah kontrak keuangan yang nilainya “diturunkan” dari aset pendasar (underlying assets) seperti saham, obligasi, mata uang, atau komoditas.

 

Pelatihan ini disusun untuk memberikan fondasi yang kuat bagi para profesional guna memahami bagaimana instrumen-instrumen ini bekerja, bagaimana struktur kontraknya dibentuk, serta bagaimana kegunaannya dalam melindungi nilai aset perusahaan atau bank. Kami akan mengupas tuntas empat pilar utama derivatif: Forward, Futures, Swap, dan Option, dengan bahasa yang lugas dan simulasi yang aplikatif.

Leadership For Executive

Menjadi seorang eksekutif berarti berdiri di titik temu antara ekspektasi pemegang saham, kesejahteraan karyawan, dan dinamika pasar yang volatil. Kepemimpinan di level ini membutuhkan pergeseran paradigma dari doing (melakukan) menjadi being (menjadi inspirasi dan katalisator).

 

Program ini bukan sekadar teori manajemen dasar. Ini adalah perjalanan reflektif dan strategis untuk memperkuat kemampuan eksekutif dalam mengambil keputusan berisiko tinggi, mengelola politik organisasi yang kompleks, serta membangun warisan (legacy) melalui transformasi berkelanjutan.

Creating Training Needs Anaysis

Sejalan dengan perencanaan anggaran yang dibuat oleh manajemen berkaitan dengan keputusan top management mengenai starategi bisnis, maka salah satu yang menjadi perhatian adalah, melakukan proses upgrading karyawan agar dapat mengajar target yang ditetapkan organisasi. Dengan kata lain, jika karyawan diminta untuk mencapai target tahun depan namun dengan kompetensi dan kapabilitras yang ada saat ini, maka kemungkinan gagalnya adalah sangat besar.

 

Untuk itu, manajemen harus melakukan proses pemetaan kebutuhan pengembangan karyawan yang tentunya terkait dengan kebutuhan organisasi. Analisa kebutuhan Pelatihan menjadi salah satu alat untuk memetakan kesenjangan (gap) yang akan dihadapi semua pihak, baik dilevel organisasi, level task maupun level individual untuk mencapai target organisasi.

 

Melalui kajian analisis terhadap kebutuhan pelatihan, manajemen akan tahu hal apa saja yang perlu dikembangkan dan atau dipertahankan dari karyawan, dan sekaligus mengubah proses atau system untuk bisa mencapai target yang diinginkan.

 

Program pelatihan ini, yang disebut sebagai Creating Training Need Analysis, akan membantu peserta khusus yang berlatar belakang tugas atau pekerjaan sebagai HR Analysis atau Users yang bertugas Menyusun skill matrix team di unit kerjanya.

 

Training ini akan melatih peserta untuk mempraktekkan secara praktis cara mengidentikasi kebutuhan pengembangan performance organisasi, mulai dari tingkat organisasi, jenis pekerjaan hingga indivual (karyawan). Sekitar 65% materi diisi dengan skills practice agar peserta dapat pengalaman bagaimana menjalankan TNA di tempat kerja nantinya.

Syndicated Loan Market Outlook 2026: Analisis Likuiditas dan Dampak Dinamika Suku Bunga Global

Memasuki tahun 2026, pasar kredit sindikasi menghadapi titik balik yang krusial. Setelah periode suku bunga global yang restriktif, indikator ekonomi menunjukkan adanya tren pelandaian (easing) di pasar negara maju (seperti Fed Funds Rate yang diproyeksi di kisaran 3,5% – 3,75%) sementara pasar domestik Indonesia berusaha menjaga stabilitas di level 4,75%. Dinamika ini menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi perbankan dan korporasi. Likuiditas yang longgar di satu sisi meningkatkan kapasitas underwriting, namun ketidakpastian geopolitik dan risiko refinancing menuntut strategi penentuan harga (pricing) dan penempatan yang lebih presisi. Pelatihan ini memberikan wawasan mendalam mengenai lanskap sindikasi global dan domestik 2026, teknik analisis likuiditas, serta strategi mitigasi risiko suku bunga bagi para pelaku pasar.

Training Document Control dan Filing System Berbasis ISO 15489 dan ISO 30301

Setiap perusahaan memiliki penerapan dokumentasi dan kearsipan yang mungkin berbeda karena tingkat pemahaman mengenai arsip, dokumen, peraturan, kebijakan perusahaan dan berbagai peristilahan yang berbeda-beda mengenai hal ini.  Walaupun demikian, semua perusahaan pasti sepakat bahwa informasi yang tercakup didalam arsip, dokumen, peraturan, dan kebijakan perusahaan merupakan hal penting yang tidak diabaikan karena nilainya yang sangat berharga. Pengelolaan dokumentasi dan kearsipan yang baik sangat membantu dalam pengambilan keputusan oleh manajemen karena dukungan data informasi yang tepat, akurat, dan update. Dengan sistem manajemen dokumen dan kearsipan yang baik, maka pencarian kembali dokumen dan arsip yang dibutuhkan akan jauh lebih mudah dan cepat tersedia. Untuk itu, peranan dan kecakapan petugas sangat dibutuhkan dalam mengelola dokumen dan arsip penting perusahaan.

 

Hal-hal pengelolaan dokumen dan arsip sudah seharusnya dilaksanakan dengan baik di setiap perusahaan. Ada sangat banyak jenis dokumen dan arsip yang memiliki nilai penting di kemudian hari dan dibutuhkan kembali sebagai bagian dari sejarah, kepatuhan perundangan maupun peran lainnya sebagai asset penting perusahaan.

 

Standar ISO 15489 dan ISO 30301 adalah standar Internasional yang fokus mengarahkan dan sebagai panduan bagi perusahaan yang punya kepedulian dan komitmen dalam mengelola dokumen dan arsipnya.

Cara Memahami Laporan Aktuaria Sesuai PSAK 219 (Imbalan Kerja) serta UU Cipta Kerja dan Menuangkannya dalam Laporan Keuangan bagi HRD dan Akuntan

Dalam praktek, para akuntan dan HRD seringkali hanya mengambil data dari laporan aktuaria mengenai imbalan pensiun tanpa memahami makna di balik angka-angka tersebut. Sering juga tidak dilakukannya rekonsiliasi ulang sehingga terkadang antara laporan aktuaria dan laporan keuangan tidak sinkron, atau bahkan laporan aktuarianya sendiri yang terjadi kekeliruan sehingga akuntan dan HRD tidak bisa meng-counter kekeliruan tersebut.

 

PSAK 219 (dahulu PSAK 24) merupakan salah satu aturan yang menjadi acuan perusahaan, baik terkait imbalan kerja dalam bentuk gaji, iuran pasti, hingga manfaat pasti. Secara khusus terkait imbalan kerja manfaat pasti hanya menggunakan satu metode yaitu metode Other Comprehensive Income (OCI). OCI merupakan salah satu ciri khas dari PSAK terkini berbasis IFRS yang merupakan komponen dari “Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lainnya” serta komponen ekuitas. Selain itu, pada bulan April 2022, DSAK IAI telah menerbitkan Siaran Pers terkait Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa dalam PSAK 24 berbasis UU Cipta Kerja mengenai kapan perusahaan mulai mengatribusikan imbalan pada periode jasa. Bagaimana dampak siaran pers ini terhadap akuntansi untuk imbalan pascakerja?

Training Of Trainer (TOT)

Training of Trainer adalah pelatihan yang diperuntukkan bagi orang yang diharapkan setelah selesai pelatihan mampu menjadi pelatih dan mampu mengajarkan materi pelatihan tersebut kepada orang lain.

Trainer memegang peranan kunci untuk keberhasilan pencapaian tujuan training, sehingga seorang trainer harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Disamping itu seorang trainer secara terus-menerus mengembangkan kompetensinya baik teknis maupun nonteknis

 

Training of Trainer (ToT) bertujuan untuk menjadikan seseorang siap menjadi Trainer (Pengajar) yang efekti baik secara teknis maupun non teknis.

 

Pendekatan dalam ToT dilakukan secara lengkap melalui experiential learning, dimana peserta training akan mempraktekkan teori yang diperoleh dengan aktifitas simulasi/roleplay sebagai trainer selama pelatihan dan mendapatkan feedback dari peserta serta evaluasi dari Facilitator.

ISO 22301: Business Continuity Management System (BCMS) for Crisis Resilience

Dunia bisnis saat ini penuh dengan ketidakpastian. Mulai dari bencana alam, serangan siber, kegagalan infrastruktur, hingga pandemi global dapat menghentikan operasional perusahaan dalam sekejap. Tanpa persiapan yang matang, gangguan singkat sekalipun dapat menyebabkan kerugian finansial yang masif dan hilangnya kepercayaan pelanggan.

 

ISO 22301:2019 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis (BCMS). Standar ini memberikan kerangka kerja bagi organisasi untuk mendeteksi, mencegah, merespons, dan pulih dari gangguan operasional. Pelatihan ini bukan hanya tentang menyusun rencana darurat, melainkan tentang membangun kemampuan organisasi untuk tetap bertahan dan segera bangkit kembali (resilience) di tengah situasi krisis terburuk sekalipun.

Project Management: Planning, Scheduling, Control and Financial Analysis

Proyek diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu, dengan alokasi sumber daya terbatas dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan. Keberhasilan suatu proyek bergantung pada sejauh mana proyek tersebut dapat memenuhi kriteria keberhasilan proyek. Kriteria tersebut antara lain : Manfaat  proyek, Kualitas  proyek , jangka waktu  penyelesaian dan biaya yang dikeluarkan.

 

Proyek merupakan interaksi yang rumit antara faktor manusia, material, peralatan, metoda, modal dan manajemen. Oleh karena itu, agar proyek dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kriteria di atas, maka diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang akan menanganinya.

Microsoft Excel Masterclass For Professionals

Di dunia profesional yang bergerak serba cepat saat ini, data adalah komoditas yang paling berharga. Namun, data tanpa pengolahan yang tepat hanyalah deretan angka yang tidak bersuara. Excel bukan lagi sekadar alat untuk membuat daftar atau tabel sederhana; ia adalah mesin analisis yang menentukan seberapa tajam kita dalam mengambil keputusan bisnis.

 

Masterclass ini tidak dirancang untuk pengguna biasa. Pelatihan ini dikhususkan bagi Anda, para profesional yang dituntut untuk bekerja dengan akurasi tinggi di bawah tekanan waktu. Kita akan melampaui penggunaan rumus standar dan mulai memasuki dunia Advanced Excel, di mana efisiensi dan otomasi menjadi prioritas utama.

Registration

THE INFINITY ACADEMY

Contact Info

Gunung Sindur, Bogor

Ratna Samiah (Marketing)
0811-9878-785

Kamilia Ulfah (Admin)
0896-3025-2629

Vina Firmalia (Marketing)
0812-1849-9009

Senin-Jum'at
08.30-16.00 WIB

Follow Us
Copyright © 2026 The Infinity Academy
error: Content is protected !!