FEBRUARI

Silabus Februari

Advanced Credit Analysis & Financial Modeling for AO

Di tengah ketidakpastian ekonomi, seorang Account Officer tidak lagi cukup hanya mengandalkan analisis deskriptif (apa yang terjadi di masa lalu). AO dituntut memiliki kemampuan prediktif, mampu memproyeksikan masa depan debitur melalui data.

 

Pelatihan Advanced Credit Analysis & Financial Modeling ini dirancang untuk menjembatani celah antara laporan keuangan historis dengan realitas arus kas di masa depan. Peserta akan diajak untuk mendeteksi “bendera merah” (red flags) dalam laporan keuangan, melakukan stress testing terhadap asumsi bisnis, dan membangun model keuangan di Excel yang kokoh untuk mendukung pengambilan keputusan kredit yang berkualitas.

ISO 27001:2022 Awareness: Protecting Corporate Information Assets

Di era transformasi digital, informasi telah menjadi aset organisasi yang paling berharga sekaligus paling rentan. Ancaman siber, kebocoran data, dan serangan ransomware bukan lagi sekadar risiko teknis, melainkan risiko bisnis yang dapat menghentikan operasional dan merusak reputasi perusahaan secara permanen.

 

ISO/IEC 27001:2022 adalah standar internasional terbaru untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI/ISMS). Standar ini tidak hanya berfokus pada teknologi IT, tetapi mencakup aspek People (Orang), Process (Proses), dan Technology (Teknologi). Pelatihan ini dirancang untuk membangun kesadaran mendalam bagi seluruh lini organisasi tentang pentingnya menjaga kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (integrity), dan ketersediaan (availability) informasi perusahaan sesuai dengan standar global terbaru.

High-Impact Influence: Persuasion Skills for Cross-Functional Leaders

Dalam struktur organisasi modern yang semakin kolaboratif dan matriks, kemampuan untuk memberikan pengaruh (influence) jauh lebih berharga daripada otoritas formal. Pemimpin saat ini seringkali dituntut untuk menyelesaikan proyek besar yang melibatkan berbagai departemen (IT, Finance, Marketing, Ops) di mana mereka tidak memiliki wewenang langsung atas orang-orang di dalamnya.

 

Hambatan utama dalam kolaborasi lintas fungsi bukanlah kurangnya keahlian teknis, melainkan kegagalan dalam menyelaraskan prioritas yang berbeda dan membangun kepercayaan antar-unit. Pelatihan High-Impact Influence membekali para pemimpin dengan teknik persuasi psikologis, strategi negosiasi berbasis kepentingan, dan kecerdasan emosional untuk memenangkan dukungan, mempercepat pengambilan keputusan, dan mengeksekusi strategi organisasi secara harmonis.

Awareness and Risk Management Cyber Security

Di era transformasi digital 2026, serangan siber tidak lagi hanya menargetkan kelemahan sistem teknis, tetapi lebih sering mengeksploitasi faktor manusia. Data menunjukkan bahwa lebih dari 80% insiden keamanan informasi bermula dari kesalahan manusia (human error) seperti kecerobohan mengeklik tautan phishing atau penggunaan kata sandi yang lemah.

 

Keamanan siber bukan hanya tugas departemen IT; ini adalah tanggung jawab kolektif. Pelatihan ini dirancang untuk membekali karyawan dengan insting deteksi ancaman dan pemahaman praktis mengenai manajemen risiko siber. Dengan membangun kesadaran yang tinggi, perusahaan dapat memitigasi risiko kebocoran data, kerugian finansial, dan kerusakan reputasi sebelum serangan terjadi.

Teknik Penyusunan HPS/OE yang Akurat dan Akuntabel

Penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner’s Estimate (OE) adalah tahapan paling kritis dalam siklus pengadaan barang dan jasa. Kesalahan dalam menetapkan HPS dapat berdampak fatal: jika terlalu tinggi, perusahaan berisiko mengalami pemborosan dan indikasi kerugian negara/perusahaan; jika terlalu rendah, proses lelang akan gagal karena tidak ada vendor yang berminat, atau menghasilkan kualitas barang yang buruk.

 

Di era transparansi saat ini, penyusun HPS dituntut tidak hanya mahir secara teknis dalam menghitung biaya, tetapi juga harus akuntabel secara hukum. Pelatihan ini membekali peserta dengan metodologi riset pasar yang tepat, analisis komponen biaya, serta pemahaman regulasi terkini agar HPS yang dihasilkan menjadi alat kendali yang efektif bagi organisasi.

Mastering Project Management: Executing Strategy Through Effective Project Delivery

Di dunia bisnis yang bergerak cepat, hampir setiap inisiatif baru—mulai dari peluncuran produk, implementasi sistem IT, hingga konstruksi fisik—adalah sebuah proyek. Namun, banyak proyek gagal mencapai tujuannya karena manajemen yang buruk, melampaui anggaran, atau melewati tenggat waktu yang ditentukan.

 

Manajemen Proyek bukan sekadar membuat jadwal atau daftar tugas. Ini adalah disiplin yang menggabungkan kepemimpinan, perencanaan strategis, manajemen risiko, dan komunikasi yang efektif. Pelatihan ini akan membawa peserta memahami seluruh siklus hidup proyek, mulai dari inisiasi hingga penutupan, dengan fokus pada pencapaian hasil yang berkualitas dan efisiensi sumber daya.

The Professional Trainer: Mastering the Fundamentals of Teaching and Learning

Banyak ahli di bidangnya merasa kesulitan saat harus membagikan ilmu mereka kepada orang lain. Masalahnya bukan pada kurangnya pengetahuan, melainkan pada kurangnya keterampilan dalam mentransfer pengetahuan tersebut secara efektif. Menjadi pelatih profesional membutuhkan lebih dari sekadar kemahiran berbicara; ia memerlukan pemahaman tentang bagaimana otak orang dewasa belajar dan bagaimana merancang pengalaman belajar yang transformatif.

 

Pelatihan ini membekali peserta dengan metodologi Train the Trainer (TTT) yang komprehensif. Mulai dari mengatasi rasa gugup, menyusun kurikulum yang sistematis, hingga mengelola dinamika kelas yang menantang. Dengan menguasai fundamental mengajar, seorang trainer mampu memastikan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya “didengar”, tetapi juga “dipahami” dan “diterapkan” oleh peserta.

Pengelolaan dan Pengendalian Dokumen Digital ISO 9001:2015 Dan Rekamannya Menggunakan Sistem Macdar

ISO 9001:2015 merupakan sistem manajemen mutu yang mampu mendorong setiap organisasi untuk terus konsisten menjaga dan meningkatkan kualitas produk atau layanannya.

 

Indonesia peringkat ke-4 di ASEAN tahun 2025 dalam jumlah sertifikasi ISO 9001. Salah satu faktor penyebabnya, hampir sebagian besar organisasinya masih menjalankan  pengendalian dokumen dan rekaman mutunya dengan cara konvensional. Pembuatan prosedur,  mengesahkan, menerbitkan, menggandakan, mendistribusikan, menyimpan, merevisi dan seterusnya, masih dalam bentuk paper dan dilakukan secara manual. 

 

Persyaratan pengendalian dokumen yang ditentukan ISO harus dipenuhi. Ketika terjadi pembaharuan dokumen dari pihak manajemen, distribusi dokumen tersebut harus dilakukan kepada semua manajemen terkait agar dapat mengetahuinya. Kendala yang sering terjadi pada saat pendistribusian dokumen sering tidak terlaksana dengan baik karena membutuhkan proses yang panjang dan waktu yang  relative lama.

 

Oleh sebab itu timbulah sejumlah permasalahan yang ditemukan antara lain, hilangnya atau rusaknya dokumen, ketergantungan yang tinggi pada karyawan yang bertugas mengurus dokumen sehingga adanya waktu tunggu yang relative lama dalam pencarian dokumen, terbatasnya ruangan arsip, adanya pemborosan biaya karena banyaknya penggunaan kertas untuk proses penggandaan dokumen.

Implementasi Manajemen Risiko Likuiditas Basel III (LCR, NSFR, dan ILAAP) berdasarkan POJK 19/2024 dan POJK 20/2024

Pasca diterbitkannya POJK 19/2024 dan POJK 20/2024, industri perbankan di Indonesia memasuki babak baru dalam standar pengelolaan likuiditas. Regulasi ini mempertegas kewajiban Bank Umum untuk tidak hanya memenuhi rasio kuantitatif seperti Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR), tetapi juga memperkuat aspek kualitatif melalui Internal Liquidity Adequacy Assessment Process (ILAAP).

 

Manajemen risiko likuiditas yang efektif bukan lagi sekadar pemenuhan kepatuhan (compliance), melainkan strategi krusial untuk menjaga ketahanan bank di tengah volatilitas pasar global dan dinamika suku bunga. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para profesional perbankan di bidang Manajemen Risiko, Treasury, dan ALCO dengan pemahaman mendalam mengenai teknik perhitungan, strategi pemenuhan aset likuiditas berkualitas tinggi (HQLA), serta penyusunan dokumen ILAAP yang komprehensif sesuai ekspektasi regulator.

Credit Restructuring & NPL Management Strategies

Kualitas aset merupakan indikator utama kesehatan sebuah lembaga keuangan. Munculnya kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) adalah tantangan yang tidak terhindarkan, namun dampaknya dapat diminimalisir melalui strategi penanganan yang tepat dan cepat.

 

Pelatihan Credit Restructuring & NPL Management Strategies ini dirancang untuk membekali para profesional kredit dengan keterampilan “penyelamatan” dan “penyelesaian” kredit. Peserta akan belajar cara mengidentifikasi gejala dini kredit bermasalah, melakukan asesmen terhadap kemauan dan kemampuan bayar debitur (willingness vs capability), hingga merancang skema restrukturisasi yang win-win. Selain itu, pelatihan ini juga membedah jalur litigasi dan non-litigasi sebagai upaya terakhir dalam pemulihan aset (recovery).

Microsoft Excel: Step-by-Step for Basic to Intermediate Users

Microsoft Excel menjadi skill dasar yang menunjang perkembangan karier di segala jenis profesi. Juga menjadi salah satu program yang perlu dikuasai seseorang. Dengan beragam fitur yang dimiliki Microsoft Excel, kamu dapat menyelesaikan pekerjaanmu lebih efektif dan efisien. Di Training ini kamu akan mempelajari cara mengoperasikan Microsoft Excel dengan optimal, mulai dari penggunaan-penggunaan sederhana rumus kalkulasi hingga pengolahan data. Pekerjaanmu akan menjadi lebih produktif dengan memaksimalkan fitur lengkap Microsoft.

 

Training Microsoft Excel: Step-by-Step for Basic to Intermediate Users ditujukan bagi pemula yang ingin menguasai dasar-dasar Microsoft Excel. Jadikan dirimu mahir Microsoft Excel dengan mengikuti Training ini.

Asset Liability Management (ALM) Excellence: Optimizing Balance Sheet for Profitability

Dalam industri keuangan yang dinamis, neraca (balance sheet) bukan sekadar catatan aset dan liabilitas, melainkan mesin utama penghasil profit. Asset Liability Management (ALM) adalah seni dan sains dalam menyeimbangkan antara risiko dan imbal hasil. Pengelolaan yang buruk terhadap risiko suku bunga dan likuiditas dapat dengan cepat menggerus margin dan membahayakan kelangsungan institusi.

 

Pelatihan ALM Excellence: Optimizing Balance Sheet for Profitability ini hadir untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana mengelola struktur neraca secara proaktif. Peserta akan mempelajari cara mengoptimalkan Net Interest Margin (NIM), mengelola Funds Transfer Pricing (FTP) sebagai alat kendali profitabilitas, serta memastikan kepatuhan terhadap standar regulasi terbaru (Basel III & POJK terkait). Melalui pendekatan simulasi, peserta akan diajak untuk mengambil keputusan strategis di tingkat ALCO (Asset Liability Committee).

Building an Anti-Bribery Culture: Implementing ISO 37001:2016 (SMAP)

Penyuapan merupakan ancaman serius yang dapat merusak reputasi, menyebabkan kerugian finansial, hingga jeratan hukum bagi korporasi maupun individu. Di Indonesia, penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) telah menjadi urgensi, terutama dengan adanya regulasi seperti Perma No. 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana oleh Korporasi.

 

ISO 37001:2016 hadir sebagai instrumen internasional yang dirancang untuk membantu organisasi membangun, menerapkan, dan meningkatkan program kepatuhan anti-penyuapan. Pelatihan ini bukan sekadar membahas kepatuhan dokumen, melainkan strategi membangun budaya anti-suap yang kokoh melalui kepemimpinan yang berintegritas dan sistem deteksi dini yang efektif.

Anatomy of Forgery: Mengidentifikasi Tarikan Garis, Tekanan, dan Kecepatan dalam Grafonomi

Di tengah kemajuan teknologi digital, dokumen fisik dengan tanda tangan basah tetap menjadi instrumen hukum dan finansial yang vital. Namun, risiko pemalsuan (forgery) terus meningkat dengan teknik yang semakin canggih. Identifikasi pemalsuan tidak lagi cukup hanya dengan membandingkan “kemiripan bentuk” secara kasat mata, karena pemalsu yang mahir dapat meniru bentuk dengan sangat identik.

 

Pelatihan Anatomy of Forgery menggunakan pendekatan Grafonomi—analisis ilmiah terhadap aspek motorik tulisan tangan. Peserta akan diajak untuk memahami “biometrik statis” seseorang yang sulit dimanipulasi: yaitu irama tarikan garis, distribusi tekanan penekanan pena, dan kecepatan goresan. Dengan menguasai anatomi ini, pemeriksa dokumen dapat membedakan antara tanda tangan yang lahir dari proses menulis alami (writing) dengan tanda tangan yang lahir dari proses menggambar/meniru (drawing).

Microsoft Excel Masterclass For Professionals

 

Microsoft Excel menjadi skill dasar yang menunjang perkembangan karier di segala jenis profesi. Juga menjadi salah satu program yang perlu dikuasai seseorang. Dengan beragam fitur yang dimiliki Microsoft Excel, kamu dapat menyelesaikan pekerjaanmu lebih efektif dan efisien. Di Training ini kamu akan mempelajari cara mengoperasikan Microsoft Excel dengan optimal, mulai dari penggunaan-penggunaan sederhana rumus kalkulasi hingga pengolahan data. Pekerjaanmu akan menjadi lebih produktif dengan memaksimalkan fitur lengkap Microsoft.

 

Training Microsoft Excel Masterclass For Professionals ditujukan bagi peserta lanjutan atau yang sudah pernah mengikuti atau memahami Ms. Excel Basic. Jadikan dirimu mahir Microsoft Excel dengan mengikuti Training ini.

Supply Chain Risk Management for Procurement: Antisipasi Gangguan Pasokan di Era Ketidakpastian

Di tahun 2026, rantai pasok global menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari ketegangan geopolitik, perubahan iklim yang ekstrem, hingga disrupsi teknologi digital. Fungsi pengadaan (procurement) tidak lagi sekadar mencari harga termurah, melainkan harus bertransformasi menjadi unit strategis yang mampu menjamin keberlangsungan pasokan (supply continuity).

 

Gangguan pada satu titik rantai pasok dapat menyebabkan efek domino yang menghentikan operasional perusahaan secara keseluruhan. Pelatihan ini dirancang untuk membekali profesional pengadaan dengan metodologi sistematis untuk mengidentifikasi kerentanan, menilai dampak risiko, dan menyusun strategi mitigasi yang proaktif. Dengan manajemen risiko yang tepat, perusahaan tidak hanya bertahan di masa krisis, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif dalam merespons peluang pasar secara lebih lincah.

Forensic Interviewing for Fraud Examiners: Getting the Truth from Difficult Witnesses

Dalam investigasi kecurangan (fraud), bukti dokumen dan audit seringkali hanya menceritakan apa yang terjadi, tetapi saksi dan tersangka adalah kunci untuk memahami bagaimana dan mengapa hal itu terjadi. Namun, mendapatkan pengakuan atau informasi jujur dari individu yang terlibat bukanlah perkara mudah. Sering kali, penyelidik dihadapkan pada penolakan, kebohongan terstruktur, atau saksi yang tidak kooperatif.

 

Pelatihan ini membekali para Fraud Examiner dengan teknik interogasi forensik berbasis psikologi yang canggih. Fokus utama pelatihan bukan pada intimidasi, melainkan pada pembangunan rapport, analisis perilaku verbal dan non-verbal, serta penggunaan taktik bertanya yang mampu meruntuhkan hambatan psikologis subjek. Dengan teknik yang tepat, pemeriksa dapat membedakan kebenaran dari tipu daya secara akurat dan akuntabel secara hukum.

ISO 14001:2015: Environmental Management for Green Industry

Di tengah krisis perubahan iklim global, industri kini dituntut tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga aspek keberlanjutan (sustainability). ISO 14001:2015 merupakan standar internasional untuk Sistem Manajemen Lingkungan (SML) yang membantu organisasi mengelola tanggung jawab lingkungan mereka secara sistematis.

 

Menerapkan standar ini bukan sekadar pemenuhan regulasi atau “menambah sertifikat”, melainkan strategi untuk mencapai Green Industry. Dengan mengelola aspek lingkungan (seperti limbah, emisi, dan penggunaan energi), perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya pemborosan, dan memperkuat citra merek di mata konsumen serta investor yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.

Insurance Fraud Management: Detecting Claims and Underwriting Fraud

Industri asuransi menghadapi tantangan besar dengan meningkatnya kompleksitas skema kecurangan (fraud), baik yang dilakukan oleh nasabah, agen, maupun pihak ketiga. Fraud tidak hanya berdampak pada kerugian finansial langsung, tetapi juga merusak reputasi perusahaan dan meningkatkan beban premi bagi nasabah jujur.

 

Pelatihan Insurance Fraud Management ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai ekosistem fraud di industri asuransi. Peserta akan dibekali teknik deteksi dini menggunakan indikator Red Flags, metode investigasi modern, serta pemanfaatan data analitik untuk memitigasi risiko sejak tahap seleksi risiko (Underwriting) hingga penyelesaian klaim (Claims).

Anti-Money Laundering (APU/PPT) For AO And Frontliner: Know Your Customer High Risk

Peningkatan kompleksitas produk dan layanan sektor keuangan baik di perbankan, asuransi, maupun pembiayaan membuka peluang dimanfaatkannya lembaga keuangan untuk praktik pencucian uang (money laundering) dan pendanaan terorisme (terrorism financing).

 

Garda terdepan bank (Frontliners dan Account Officers) adalah filter pertama dalam mencegah masuknya dana hasil kejahatan ke dalam sistem keuangan. Namun, tantangan saat ini semakin berat dengan munculnya modus pencucian uang yang canggih, terutama pada profil nasabah berisiko tinggi (High-Risk Customers).

 

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis dan taktis melebihi sekadar pengisian formulir. Peserta akan dilatih untuk memiliki “insting” dalam mendeteksi anomali, melakukan Enhanced Due Diligence (EDD) yang efektif, serta memahami konsekuensi hukum dan reputasi jika prosedur APU/PPT diabaikan.

ISO 26000 Awareness: Guidance on Social Responsibility for Corporate Sustainability

Di era bisnis modern, keberhasilan sebuah perusahaan tidak lagi hanya diukur dari laporan keuangan (Single Bottom Line), melainkan dari kontribusinya terhadap lingkungan dan masyarakat (Triple Bottom Line: People, Planet, Profit). ISO 26000 hadir sebagai panduan internasional komprehensif yang mendefinisikan tanggung jawab sosial (SR) bukan sekadar aksi amal (charity), melainkan praktik bisnis yang etis dan transparan.

 

Berbeda dengan standar ISO lainnya, ISO 26000 merupakan panduan (guidance), bukan sertifikasi. Fokus utamanya adalah membantu organisasi menerjemahkan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial ke dalam tindakan efektif yang mendukung keberlanjutan korporasi, memitigasi risiko sosial, dan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan (stakeholders).

ISO 45001:2018 Implementation: Building a Safety-First Culture

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan sekadar tentang pemakaian APD atau pemenuhan dokumen administratif. Kecelakaan kerja sering kali berakar dari budaya organisasi yang mengabaikan risiko demi mengejar kecepatan produksi. ISO 45001:2018 hadir sebagai standar internasional pertama untuk sistem manajemen K3 yang menuntut keterlibatan aktif dari seluruh level organisasi.

 

Pelatihan ini dirancang untuk mengubah paradigma dari “kepatuhan karena terpaksa” menjadi “kesadaran sebagai kebutuhan”. Dengan mengimplementasikan ISO 45001 secara efektif, perusahaan tidak hanya melindungi aset manusianya dari cedera dan penyakit akibat kerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas melalui lingkungan kerja yang aman, sehat, dan minim gangguan operasional.

IFRS Convergence & PSAK Update: Menyelaraskan Standar Lokal dengan Global

Dunia akuntansi di Indonesia telah memasuki fase konvergensi penuh terhadap International Financial Reporting Standards (IFRS). Melalui Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK-IAI), PSAK kini terus diperbarui untuk meminimalisir celah antara standar lokal dan global. Hal ini krusial untuk meningkatkan transparansi, komparabilitas, dan kepercayaan investor internasional terhadap laporan keuangan perusahaan Indonesia.

 

Namun, kecepatan pembaruan standar ini sering kali menjadi tantangan bagi praktisi di lapangan. Perubahan pada standar-standar utama seperti pengakuan pendapatan, instrumen keuangan, dan sewa memiliki dampak signifikan tidak hanya pada angka di neraca, tetapi juga pada sistem IT, proses bisnis, dan kebijakan perpajakan perusahaan. Pelatihan ini hadir untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai update PSAK terbaru dan strategi implementasinya secara efektif.

Strategic Corporate Secretary: Enhancing Board Effectiveness and GCG Excellence

Di era volatilitas bisnis dan pengawasan regulasi yang semakin ketat, peran Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) telah bertransformasi secara signifikan. Sekretaris Perusahaan kini menjadi “penjaga gerbang” integritas organisasi yang menjembatani hubungan antara Direksi, Komisaris, Pemegang Saham, dan regulator.

 

Sekretaris Perusahaan yang strategis tidak hanya mengelola risalah rapat, tetapi juga berfungsi sebagai penasihat tata kelola yang memastikan Dewan bekerja secara efektif, mematuhi regulasi terkini, dan menjaga reputasi perusahaan melalui komunikasi yang transparan. Pelatihan ini dirancang untuk membekali profesional Sekretariat Perusahaan dengan keterampilan manajerial, hukum, dan komunikasi untuk mendorong keunggulan tata kelola perusahaan (GCG Excellence).

Accounting for Complex Transactions: Strategi Konsolidasi, Instrumen Keuangan, dan Pengakuan Pendapatan

Dalam lanskap bisnis yang semakin terintegrasi dan dinamis, transaksi perusahaan tidak lagi bersifat sederhana. Ekspansi melalui akuisisi, penggunaan instrumen keuangan yang inovatif, hingga model bisnis berbasis kontrak jangka panjang menuntut pemahaman akuntansi yang sangat mendalam. Kesalahan dalam mencatat transaksi ini tidak hanya berdampak pada angka laporan keuangan, tetapi juga pada kepatuhan regulasi dan kepercayaan investor.

 

Pelatihan ini dirancang sebagai panduan komprehensif untuk membedah tiga pilar paling menantang dalam akuntansi modern: Konsolidasi Bisnis (akibat struktur grup yang kompleks), Instrumen Keuangan (pengukuran dan risiko), serta Pengakuan Pendapatan (pada berbagai model kontrak). Melalui pendekatan kasus praktis, peserta akan belajar bagaimana menyelaraskan perlakuan akuntansi dengan substansi ekonomi dari setiap transaksi kompleks.

Crisis Leadership: Managing Communication and Trust During Turbulence

Di dunia yang serba cepat dan terkoneksi secara digital, krisis bukan lagi pertanyaan “jika”, melainkan “kapan”. Krisis—baik itu kegagalan produk, skandal hukum, serangan siber, atau bencana alam—sering kali diperparah bukan oleh kejadiannya sendiri, melainkan oleh respons kepemimpinan yang lambat atau tidak empati.

 

Crisis Leadership melampaui sekadar manajemen teknis; ini adalah tentang bagaimana seorang pemimpin mempertahankan kepercayaan (trust) saat ketidakpastian memuncak. Pelatihan ini membekali para pemimpin dengan ketangkasan mental untuk mengambil keputusan cepat di bawah tekanan, strategi komunikasi yang transparan untuk menenangkan pemangku kepentingan, dan teknik pemulihan reputasi pasca-krisis.

ISO 22301: Business Continuity Management System (BCMS) for Crisis Resilience

Dunia bisnis saat ini penuh dengan ketidakpastian. Mulai dari bencana alam, serangan siber, kegagalan infrastruktur, hingga pandemi global dapat menghentikan operasional perusahaan dalam sekejap. Tanpa persiapan yang matang, gangguan singkat sekalipun dapat menyebabkan kerugian finansial yang masif dan hilangnya kepercayaan pelanggan.

 

ISO 22301:2019 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis (BCMS). Standar ini memberikan kerangka kerja bagi organisasi untuk mendeteksi, mencegah, merespons, dan pulih dari gangguan operasional. Pelatihan ini bukan hanya tentang menyusun rencana darurat, melainkan tentang membangun kemampuan organisasi untuk tetap bertahan dan segera bangkit kembali (resilience) di tengah situasi krisis terburuk sekalipun.

Stress Testing for Credit Portfolio: Mengukur Ketahanan Kredit terhadap Guncangan Ekonomi

Dalam lanskap ekonomi global yang semakin volatil, kemampuan bank untuk memprediksi dampak guncangan ekonomi terhadap kesehatan portofolio kredit menjadi sangat krusial. Stress testing bukan lagi sekadar kewajiban regulasi (compliance), melainkan instrumen strategis untuk menjaga ketahanan modal dan kelangsungan bisnis.

 

Pelatihan ini akan membahas bagaimana mengintegrasikan variabel makroekonomi ke dalam model risiko kredit. Peserta akan belajar cara merancang skenario krisis (seperti lonjakan suku bunga, pelemahan nilai tukar, atau penurunan PDB) dan menghitung dampaknya terhadap Non-Performing Loan (NPL), biaya pencadangan (CKPN), hingga kecukupan modal.

Registration

THE INFINITY ACADEMY

Contact Info

Gunung Sindur, Bogor

Ratna Samiah (Marketing)
0811-9878-785

Kamilia Ulfah (Admin)
0896-3025-2629

Vina Firmalia (Marketing)
0812-1849-9009

Senin-Jum'at
08.30-16.00 WIB

Follow Us
Copyright © 2026 The Infinity Academy
error: Content is protected !!