MEI

Silabus Mei

Integrated Risk Management for Treasury: Stress Testing and Basel III/IV Standards

Dalam lanskap keuangan saat ini, fungsi Treasury bukan sekadar pusat pengelolaan kas, melainkan benteng pertahanan risiko. Dengan implementasi penuh standar Basel III dan transisi menuju Basel IV, bank dituntut untuk memiliki modal yang lebih kuat dan manajemen likuiditas yang lebih transparan.

Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana mengintegrasikan risiko pasar, risiko likuiditas, dan risiko kredit dalam satu kerangka kerja yang koheren. Peserta akan mempelajari cara membangun skenario simulasi krisis (stress testing) yang tidak hanya memenuhi kepatuhan regulasi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengambilan keputusan strategis

Penyusunan Standard Operating Procedure Perbankan

Semakin beragamnya produk dan layanan yang diberikan oleh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Bank dan Non-Bank saat ini mulai dari yang konvensional sampai dengan electronic/digital channels berdampak kepada semakin kompleksnya proses operasional yang harus dijalanlan, termasuk pula harus mengakomidir ketentuan-ketentuan dari regulator supaya aktivitas yang dilakukan tidak melanggar aturan yang berlaku. Oleh karena itu diperlukan adanya Kebijakan dan Prosedur (SOP) internal supaya proses/aktivitas yang dilakukan tetap dapat memenuhi kebutuhan bisnis namun risikonya termitigasi, sehingga terjadi keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan manajemen risiko.

Audit Penyaluran Kredit & Pembiayaan: Mendeteksi Manipulasi Dokumen dan Kolusi dalam Proses Lending

Proses penyaluran kredit dan pembiayaan merupakan aktivitas yang memberikan keuntungan terbesar bagi bank, namun sekaligus menyimpan risiko kegagalan yang tinggi. Banyaknya kasus kredit bermasalah (NPL) seringkali bukan disebabkan oleh kegagalan bisnis debitur semata, melainkan adanya fraud sejak tahap inisiasi.

 

Pelatihan ini dirancang untuk membekali auditor dan staf risiko dengan kemampuan “forensik” dalam membedakan dokumen asli dan manipulasi, serta teknik mengidentifikasi tanda-tanda kolusi antara oknum internal (insider) dengan calon debitur. Melalui pendekatan praktis, peserta akan belajar cara membedah modus operandi kecurangan dalam proses lending modern.

Internal Quality Audit ISO 9001:2015 Based on ISO 19011:2018

Audit Mutu Internal sebagai salah satu persyaratan ISO 9001:2015 merupakan motor penggerak untuk melakukan percepatan bagi para pelaku organisasi atau usaha dalam menghadapi tantangan usaha yang makin kompetitif dari waktu ke waktu. Audit Mutu Internal adalah tahapan penting dari Siklus Sistem Manajemen Mutu yang  meng-evaluasi tahapan siklus sebelumnya serta memberikan gambaran untuk pengambilan langkah-langkah yang tepat bagi tahapan siklus berikutnya sehinggga proses “Continuous Quality Improvement” terhadap Sistem Manajemen Mutu yang ada berlangsung dengan sempurna.

Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan program audit mutu internal beserta sumber daya dan materi kegiatan-kegiatan pelaksanaan audit yang tepat sehingga mampu terealisasi kegiatan audit yang memecahkan permasalahan dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu serta mewujudkan proses “Continuous Quality Improvement”.

Pemahaman dan Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) Berbasis ISO 37001:2016

Penyuapan merupakan salah satu risiko bisnis yang paling merusak, tidak hanya menyebabkan kerugian finansial tetapi juga menghancurkan reputasi dan integritas organisasi. ISO 37001:2016 hadir sebagai standar global untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang membantu organisasi mencegah, mendeteksi, dan menanggapi penyuapan.

Pelatihan ini tidak hanya membahas aspek kepatuhan teoritis, tetapi juga implementasi kontrol yang relevan seperti uji kelayakan (due diligence), kontrol keuangan, dan pelaporan pelanggaran. Melalui SMAP, organisasi dapat menunjukkan kepada pemangku kepentingan bahwa mereka telah menerapkan praktik bisnis yang etis dan transparan sesuai dengan regulasi nasional maupun internasional.

Accounting for Derivatives: Implementasi PSAK Terkait Instrumen Keuangan dan Hedging

Di tengah volatilitas pasar keuangan global, penggunaan instrumen derivatif bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan bagi perusahaan untuk mengelola risiko (suku bunga, nilai tukar, maupun komoditas). Namun, kompleksitas pencatatan akuntansi sering kali menjadi hambatan. Pelatihan ini dirancang untuk mengupas tuntas aspek pengakuan, pengukuran, hingga penyajian instrumen keuangan derivatif sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.

Smart and Quickly Dashboard Analysis with Power BI Desktop

Untuk sukses bersaing di lingkungan bisnis global, perusahaan harus terus menerus memantau, mengenali dan memahami setiap aspek masalah operasinya dan perubahan lingkungan bisnis yang cepat dan rumit. Oleh karena itu para pemimpin perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan intuisi bisnisnya, tapi membutuhkan software visualisasi analisa data yang cerdas, cepat dan mudah digunakan

Microsoft Power BI Desktop adalah software Business Intelligence yang berfungsi untuk mengubah data – data perusahaan, baik data-data operasional ataupun data-data transaksional dari berbagai format dan tipe data, di mana sumber data-datanya berada di lokasi mana saja, tidak dibatasi oleh ruang,  dengan catatan semua data yang berkaitan dengan proses tersebut sudah terkumpul dalam suatu dataset dan ditampilkan dalam bentuk visualisasi Dashboard Knowledge.

Power BI dapat membuat Dashboard Strategical yang memberikan informasi tentang pencapaian tujuan atau kinerja seluruh departemen kepada pimpinan perusahaan untuk mendukung dalam pengambilan keputusan bisnis yang tepat dan cepat.

Peserta training akan diajarkan bagaimana membuat struktur datasets yang benar dengan memastikan kolom – kolom data bernilai valid dan mendapatkan kesimpulan analisa data yang cerdas, cepat dan tepat (dalam hitungan detik) dengan PowerBI Desktop.

Penerapan Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal berdasarkan Peraturan OJK Nomor 8 Tahun 2023

Pada 14 Juni 2023, Otoritas Jasa Keuangan telah menetapkan dan mengundangkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal di Sektor Jasa Keuangan (POJK APU PPT dan PPPSPM di SJK), yang mencabut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.01/2017 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Sektor Jasa Keuangan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/POJK.01/2019 (POJK APU PPT di SJK).

Proses pencabutan POJK APU PPT di SJK oleh POJK APU PPT dan PPPSPM di SJK, menunjukan bahwa terdapat perubahan pengaturan yang substansial dan signifikan dalam POJK APU PPT dan PPPSPM di SJK yang setidaknya melebihi 50% (lima puluh persen) dibandindigkan dengan pengaturan yang ada dalam POJK APU PPT di SJK. Adapun perubahan-perubahan tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan antara lain:

  • Perkembangan prinsip internasional, yang salah satunya adalah sebagaimana yang diatur dalam Rekomendasi Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF);
  • Perkembangan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan penerapan program anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal di sektor jasa keuangan; dan
  • Perkembangan inovasi dan teknologi yang cepat dan dinamis yang memudahkan kegiatan usaha penyedia jasa keuangan (PJK) serta memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan segala produk, jasa, dan/atau layanan di sektor jasa keuangan, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kerahasiaan, serta mitigasi risiko dalam pencegahan tindak pidana pencucian uang, tindak pidana pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal.

Guna memberikan kesempatan bagi PJK untuk melakukan penyesuain terhadap perubahan-perubahan yang diatur dalam POJK APU PPT dan PPPSPM di SJK, Otoritas Jasa Keuangan memberikan waktu transisi selama 6 (enam) bulan sejak Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tersebut diundangkan, agar PJK dapat mempesiapkan diri melakukan penyesuaian.

Dalam melakukan proses persiapan dan penyesuaian tersebut, salahs atu hal utama yang harus dilakukan oleh PJK adalah segera melakukan penyesuaian kebijakan dan prosesur serta segera melakukan internalisasi mengenai POJK APU PPT dan PPPSPM di SJK, sehingga substansi pengaturan dalam POJK dimaksud dapat dipahami dengan baik oleh semua pengurus dan pegawai PJK. Hal tersebut menjadi penting untuk meningkatkan kepatuhan yang baik, sehingga PJK dapat terhindar dar potensi risiko keuangan, risiko reputasi, risiko hukum, dan risiko kepatuhan.

Sebagai tahapan awal, proses persiapan dan penyesuaian tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan yang ditujukan kepada pengurus dan pegawai PJK dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai pengaturan penerapan program anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 8 Tahun 2023.

Microsoft Excel: Step-by-Step for Basic to Intermediate Users

Di era data saat ini, Microsoft Excel bukan lagi sekadar program “tabel” biasa. Excel adalah bahasa universal di dunia kerja. Baik Anda seorang staf administrasi, analis keuangan, hingga manajer proyek, Excel adalah instrumen utama yang membantu kita menyusun kekacauan data menjadi informasi yang rapi, akurat, dan bermakna.

Mungkin selama ini Anda merasa Excel adalah labirin rumus yang rumit, atau mungkin Anda merasa penggunaan Excel Anda masih terbatas pada copy-paste manual yang membuang waktu. Pelatihan ini hadir untuk mengubah pandangan tersebut. Kita akan memulai dari langkah dasar membangun pondasi spreadsheet yang sehat lalu secara bertahap naik ke level menengah di mana otomatisasi dan logika mulai bekerja untuk Anda.

Tata Kelola Perusahaan (GCG) dan Kepatuhan (Compliance) di Perbankan

Di industri perbankan yang memiliki risiko sistemik tinggi, Good Corporate Governance (GCG) dan Compliance bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi keberlanjutan bisnis. Bank yang gagal menerapkan tata kelola yang baik akan rentan terhadap risiko reputasi, denda regulasi, hingga pencabutan izin operasional.

Implementasi Good Corporate Governance (GCG) bukanlah hal yang mudah di organisasi yang kompleks baik bisnis, produk, maupun SDM nya. Dampak dari lemahnya implementasi GCG di sektor keuangan seperti kasus fraud, kredit fiktif, tingginya NPL/NPF, pencucian uang telah merusak reputasi organisasi. Implementasi GCG adalah suatu keharusan yang wajib dijalankan oleh semua organisasi apapun skalanya sesuai dengan regulasi terkait GCG.  Hal ini dikarenakan implementasi GCG yang benar dapat membantu kelangsungan hidup organisasi di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan mengenai pemahaman GCG dan implementasinya secara benar dan efektif serta efisien.

Story-Selling in Insurance: Menjual Manfaat Lewat Kekuatan Cerita

Banyak agen asuransi terjebak dalam penjelasan teknis produk (fitur) yang justru membuat calon nasabah merasa kewalahan atau defensif. Fakta memberi informasi, tetapi cerita membangun koneksi.

Training Story-Selling in Insurance dirancang untuk mengubah cara agen berkomunikasi. Peserta akan belajar bagaimana menyusun cerita yang autentik, membangun urgensi tanpa menakut-nakuti, dan menggunakan testimoni serta analogi untuk menyederhanakan konsep asuransi yang kompleks. Ini bukan sekadar mendongeng, tapi teknik persuasi strategis untuk menutup penjualan (closing) dengan lebih natural.

Awareness and Implementation of ISO 14001:2015

Di era ekonomi hijau saat ini, pengelolaan aspek lingkungan bukan lagi sekadar isu etika, melainkan persyaratan strategis untuk memenangkan pasar dan memenuhi regulasi pemerintah. ISO 14001:2015 menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) dan pemikiran berbasis risiko (Risk-Based Thinking) untuk membantu organisasi mengelola dampak lingkungan secara sistematis.

Pelatihan ini akan membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang bagaimana mengidentifikasi aspek lingkungan penting, mengevaluasi risiko, dan menetapkan sasaran lingkungan yang sejalan dengan visi strategis perusahaan. Dengan menerapkan standar ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sumber daya dan mengurangi biaya limbah secara signifikan.

Awareness and Implementation of ISO 45001:2018

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan lagi sekadar pemenuhan aturan hukum, melainkan investasi strategis untuk melindungi aset terpenting perusahaan: Manusia. ISO 45001:2018 hadir untuk menggantikan OHSAS 18001 dengan pendekatan yang lebih proaktif, integratif, dan berbasis pada manajemen risiko.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai struktur High-Level Structure (HLS) yang memungkinkan integrasi mudah dengan ISO 9001 dan ISO 14001. Peserta akan dipandu untuk beralih dari sekadar “menghindari kecelakaan” menjadi “membangun budaya kerja yang aman” melalui kepemimpinan yang kuat dan partisipasi aktif pekerja.

Professional Minute Taking & Business Writing: Teknik Notulensi Efektif dan Korespondensi Bisnis Modern

Di era bisnis yang serba cepat, kemampuan untuk mencatat hasil keputusan rapat secara akurat dan berkomunikasi melalui tulisan secara profesional adalah aset krusial. Notulensi yang buruk dapat menyebabkan hilangnya informasi penting dan eksekusi strategi yang salah. Begitu pula dengan korespondensi bisnis; email atau laporan yang tidak terstruktur dapat merusak citra profesional perusahaan. Pelatihan ini hadir untuk membekali peserta dengan teknik mencatat yang efisien (notulensi) serta keterampilan menulis bisnis yang persuasif, ringkas, dan modern.

PSAK 71, 72, & 73 Revisited: Evaluasi Pasca-Implementasi dan Optimalisasi Kebijakan Akuntansi

Setelah beberapa tahun implementasi penuh “Tiga Pilar” PSAK baru (71, 72, dan 73), banyak perusahaan menemukan tantangan dalam konsistensi data, kompleksitas estimasi, hingga dampak pajak yang tidak terduga.

Implementasi PSAK 71 (Instrumen Keuangan), PSAK 72 (Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan), dan PSAK 73 (Sewa) telah mengubah lanskap laporan keuangan secara fundamental. Namun, fase pasca-implementasi sering kali memunculkan isu-isu baru: mulai dari volatilitas cadangan kerugian (ECL), kompleksitas modifikasi kontrak, hingga pengelolaan aset hak-guna. Pelatihan ini hadir sebagai sarana audit mandiri (self-assessment) bagi perusahaan untuk meninjau kembali kebijakan akuntansi mereka, memperbaiki proses bisnis yang belum selaras, dan mengoptimalkan pengungkapan laporan keuangan.

Pelatihan ini tidak lagi berfokus pada “apa itu standar tersebut”, melainkan pada evaluasi efektivitas dan penyesuaian kebijakan agar lebih optimal dan efisien.

Training Of Trainer (TOT)

Training of Trainer adalah pelatihan yang diperuntukkan bagi orang yang diharapkan setelah selesai pelatihan mampu menjadi pelatih dan mampu mengajarkan materi pelatihan tersebut kepada orang lain.

Trainer memegang peranan kunci untuk keberhasilan pencapaian tujuan training, sehingga seorang trainer harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Disamping itu seorang trainer secara terus-menerus mengembangkan kompetensinya baik teknis maupun nonteknis

Training of Trainer (ToT) bertujuan untuk menjadikan seseorang siap menjadi Trainer (Pengajar) yang efekti baik secara teknis maupun non teknis.

Pendekatan dalam ToT dilakukan secara lengkap melalui experiential learning, dimana peserta training akan mempraktekkan teori yang diperoleh dengan aktifitas simulasi/roleplay sebagai trainer selama pelatihan dan mendapatkan feedback dari peserta serta evaluasi dari Facilitator.

Advanced Credit Scoring: Menakar Kapasitas Bayar di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Dinamika ekonomi yang fluktuatif seperti inflasi tinggi, perubahan suku bunga, dan gangguan rantai pasok membuat profil risiko debitur berubah dengan cepat. Model credit scoring konvensional seringkali gagal menangkap sinyal penurunan kapasitas bayar sebelum gagal bayar terjadi.

Training Advanced Credit Scoring ini membekali peserta dengan teknik pemodelan skor yang lebih dinamis. Fokus utama adalah pada integrasi Forward-Looking Information dan penggunaan data alternatif untuk mengukur daya tahan (resilience) debitur. Kita tidak hanya melihat “apakah mereka membayar di masa lalu”, tetapi “mampukah mereka membayar dalam skenario ekonomi terburuk di masa depan”.

Derivatives Risk Management: Teknik Pengukuran Market Risk, Credit Risk, dan Counterparty Risk

Instrumen derivatif seperti swaps, options, forwards, dan futures adalah alat lindung nilai (hedging) yang sangat efektif, namun membawa risiko bawaan yang signifikan jika tidak dikelola dengan tepat. Kegagalan dalam mengukur risiko derivatif sering kali bersumber dari ketidakmampuan membedakan antara pergerakan harga pasar dengan risiko gagal bayar lawan transaksi.

Training Derivatives Risk Management ini akan membedah tiga pilar risiko utama secara mendalam. Peserta tidak hanya diajarkan cara menghitung potensi kerugian, tetapi juga bagaimana menerapkan teknik mitigasi modern seperti Collateral Management dan pemahaman atas eksposur kredit masa depan yang bersifat dinamis.

Audit Kepatuhan APUPPT dan PPPSPM Bagi Satuan Kerja Audit Intern

Sektor perbankan merupakan tulang punggung sistem keuangan nasional sekaligus titik krusial dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah masal (TPPU PPT, dan PPSPM). Tingginya volume dan kompleksitas transaksi perbankan menjadikan bank sebagai target utama bagi pelaku kejahatan keuangan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul dana ilegal. Oleh karena itu, setiap bank wajib menerapkan program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Masal (APUPPTPPSPM) secara menyeluruh, efektif, dan terdokumentasi dengan baik. Hal ini telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan nasional, seperti Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, UU No. 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pendanaan Terorisme, serta peraturan pelaksanaannya melalui POJK No. 8/POJK.01/2023.

Seiring meningkatnya pengawasan dari OJK dan PPATK serta tuntutan kepatuhan internasional berdasarkan rekomendasi Financial Action Task Force (FATF), bank tidak hanya dituntut memenuhi kewajiban pelaporan, tetapi juga memastikan efektivitas implementasi sistem pengendalian internal terkait APUPPT. Dalam konteks ini, audit kepatuhan menjadi instrumen penting untuk menilai kesesuaian dan efektivitas kebijakan, prosedur, serta pelaksanaan program APUPPT di seluruh lini operasional. Audit tidak boleh bersifat formalitas atau checklist semata, melainkan harus mampu mengidentifikasi kelemahan yang berpotensi menimbulkan risiko hukum, reputasi, dan finansial terhadap bank. Diperlukan auditor yang memiliki pemahaman regulasi yang mendalam, kemampuan analitis yang tajam, serta kompetensi dalam mengevaluasi praktik-praktik mitigasi risiko TPPU,  PPT, dan PPPSPM.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap prinsip, metode, dan praktik terbaik dalam melakukan audit kepatuhan APUPPTPPPSPM yang berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola dan mitigasi risiko kepatuhan di sektor perbankan.

Behavioral Event Interview

Metode wawancara konvensional sering kali terjebak pada penilaian subjektif atau “firasat”. Behavioral Event Interview (BEI) hadir sebagai solusi ilmiah dengan prinsip bahwa perilaku masa lalu adalah prediktor terbaik untuk perilaku di masa depan. Dalam pelatihan ini, peserta akan belajar cara menggali bukti nyata dari pengalaman kandidat, menyusun pertanyaan yang tajam, dan menggunakan teknik STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk mendapatkan kandidat yang paling kompeten dan sesuai dengan budaya perusahaan.

Effective Project Scheduling for Beginners using Microsoft Project

Dalam manajemen proyek, “Waktu adalah Uang” bukan sekadar kiasan. Keterlambatan satu aktivitas dapat berdampak domino pada seluruh jadwal proyek. Microsoft Project adalah standar industri untuk penjadwalan, namun banyak pengguna pemula hanya menggunakannya sebagai “alat gambar Gantt Chart” tanpa memanfaatkan mesin kalkulasinya. Pelatihan ini hadir untuk mengubah cara pandang pemula: dari sekadar menginput data menjadi mampu membangun jadwal proyek yang dinamis, logis, dan realistis.

Restrukturisasi Pembiayaan Syariah: Strategi Penyelamatan Aset Sesuai Koridor Fikih

Dalam perbankan syariah, restrukturisasi bukan sekadar “menunda tagihan”. Terdapat batasan fikih yang ketat, seperti larangan mengenakan denda keterlambatan sebagai pendapatan atau melakukan compounding interest (bunga berbunga) yang dalam syariah sering muncul dalam bentuk pembebanan margin di atas margin.

Pelatihan ini akan membedah bagaimana melakukan modifikasi akad, pemberian discount (muqashah), hingga skema re-contracting yang sah secara hukum positif dan hukum Islam. Peserta akan diajarkan strategi negosiasi yang efektif dengan nasabah namun tetap menjaga profil risiko dan kesehatan rasio NPF bank.

Handling Difficult Debtors: Strategi Menghadapi Debitur Wanprestasi & Intimidatif

Proses penagihan (collection) sering kali terhambat bukan karena nasabah tidak mampu membayar, melainkan karena adanya hambatan komunikasi atau niat buruk (karakter). Situasi menjadi semakin kompleks ketika debitur menggunakan teknik intimidasi atau membawa pihak ketiga untuk melawan petugas.

Pelatihan Handling Difficult Debtors memberikan pendekatan sistematis untuk menetralisir ketegangan tanpa kehilangan ketegasan. Peserta akan belajar bagaimana memetakan profil debitur, menggunakan teknik komunikasi persuasif untuk mengubah perilaku “defensif” menjadi “kooperatif”, serta memahami batasan etika dan hukum agar proses penagihan tetap aman bagi reputasi perusahaan.

Pemahaman dan Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) Berbasis Standar Internasional ISO 27001

Informasi merupakan aset yang sangat penting bagi setiap organisasi. Dalam persaingan bisnis, dapat dikatakan bahwa penguasaan informasi merupakan salah satu senjata utamanya. Pernahkah Anda merasa bahwa ide brilliant Anda dicuri pesaing? Pernahkah Anda melihat pesaing Anda mendapatkan proyek yang telah Anda incar, beberapa waktu kemudian baru Anda menyadari bahwa pesaing tersebut memenangkan proyek karena mereka mengetahui informasi penting tentang bisnis Anda, yang menurut Anda telah Anda rahasiakan sebaik mungkin? Bagi organisasi pemerintahan, apakah sudah terjamin informasi kebijakan atau hasil penilaian jabatan dalam proses-prosesnya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab dari jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut, Bagaimanakah perusahaan/organisasi Anda memperlakukan informasi sebagai asset penting? Pernahkan Anda merasa gangguan pada bisnis Anda dikarenakan pesaing memiliki informasi yang sama dengan yang Anda pegang? Bagaimana Anda mengelola asset intangible ini? Sudahkah dilindungi dengan baik sehingga berdaya guna maksimal bagi perusahaan?

ISO 27001 adalah Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang membangun kesadaran terhadap pengelolaan asset intangible ini secara menyeluruh dan meningkatkannya secara berkesinambungan.

ISO 22301: Business Continuity Management System (BCMS) for Crisis Resilience

Dunia bisnis saat ini penuh dengan ketidakpastian. Mulai dari bencana alam, serangan siber, kegagalan infrastruktur, hingga pandemi global dapat menghentikan operasional perusahaan dalam sekejap. Tanpa persiapan yang matang, gangguan singkat sekalipun dapat menyebabkan kerugian finansial yang masif dan hilangnya kepercayaan pelanggan.

ISO 22301:2019 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis (BCMS). Standar ini memberikan kerangka kerja bagi organisasi untuk mendeteksi, mencegah, merespons, dan pulih dari gangguan operasional. Pelatihan ini bukan hanya tentang menyusun rencana darurat, melainkan tentang membangun kemampuan organisasi untuk tetap bertahan dan segera bangkit kembali (resilience) di tengah situasi krisis terburuk sekalipun.

The Art of Corporate Protocol: Membangun Prestise Perusahaan melalui Kesempurnaan Seremoni

Dalam dunia korporat, kesalahan kecil dalam pengaturan tempat duduk pejabat, urutan sambutan, atau tata krama meja makan dapat memberikan impresi yang salah bagi mitra bisnis maupun pemangku kepentingan (stakeholders). Protokol korporat bukan sekadar aturan kaku, melainkan sebuah seni untuk memastikan setiap interaksi formal berjalan lancar, tertib, dan penuh rasa hormat.

Membangun citra perusahaan yang berwibawa tidak hanya ditentukan oleh performa finansial, tetapi juga oleh bagaimana perusahaan tersebut membawakan dirinya dalam forum resmi. Protokol adalah bahasa universal dalam dunia bisnis dan diplomasi yang menunjukkan penghormatan dan profesionalisme.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali staf protokol dan manajemen dengan keterampilan “dibalik layar” dalam mengelola seremoni yang prestisius dan tanpa cela.

Professional Secretary Skill

Peran sekretaris telah bertransformasi dari pengelola dokumen menjadi pengelola alur kerja pimpinan. Efektivitas seorang sekretaris berdampak langsung pada produktivitas manajemen.

Menjadi sekretaris profesional di era modern bukan lagi sekadar peran pendukung administratif, melainkan mitra strategis bagi pimpinan. Sekretaris hari ini dituntut untuk memiliki kombinasi antara ketangkasan digital, kecerdasan emosional, dan manajemen waktu yang presisi.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan komprehensif, mulai dari penguasaan teknologi kantor terbaru, teknik komunikasi interpersonal yang elegan, hingga kemampuan manajemen krisis di lingkungan kerja yang dinamis.

Manajemen Komunikasi Krisis bagi Corporate Secretary: Melindungi Citra Perusahaan di Tengah Isu Negatif

Dalam dunia yang terhubung 24/7 melalui media sosial, sebuah isu negatif dapat berubah menjadi krisis reputasi hanya dalam hitungan jam. Corporate Secretary sebagai garda depan informasi perusahaan harus memiliki ketajaman dalam mendeteksi dan merespons krisis secara taktis.

Krisis bukan lagi soal “jika” akan terjadi, melainkan “kapan” ia akan datang. Bagi seorang Corporate Secretary, kemampuan mengelola komunikasi krisis adalah pembeda antara perusahaan yang mampu bertahan (resilien) dengan perusahaan yang kehilangan kepercayaan publik selamanya.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kerangka kerja strategis dalam memetakan risiko, menyusun narasi respons, hingga mengelola tekanan media dan pemangku kepentingan saat situasi genting.

Microsoft Excel Masterclass For Professionals

Di dunia profesional yang bergerak serba cepat saat ini, data adalah komoditas yang paling berharga. Namun, data tanpa pengolahan yang tepat hanyalah deretan angka yang tidak bersuara. Excel bukan lagi sekadar alat untuk membuat daftar atau tabel sederhana; ia adalah mesin analisis yang menentukan seberapa tajam kita dalam mengambil keputusan bisnis.

Masterclass ini tidak dirancang untuk pengguna biasa. Pelatihan ini dikhususkan bagi Anda, para profesional yang dituntut untuk bekerja dengan akurasi tinggi di bawah tekanan waktu. Kita akan melampaui penggunaan rumus standar dan mulai memasuki dunia Advanced Excel, di mana efisiensi dan otomasi menjadi prioritas utama.

Registration

THE INFINITY ACADEMY

Contact Info

Gunung Sindur, Bogor

Ratna Samiah (Marketing)
0811-9878-785

Kamilia Ulfah (Admin)
0896-3025-2629

Vina Firmalia (Marketing)
0812-1849-9009

Senin-Jum'at
08.30-16.00 WIB

Follow Us
Copyright © 2026 The Infinity Academy
error: Content is protected !!