MARET

Silabus Maret

Operasional Perbankan Syariah
Perbankan Syariah mengalami perkembangan pesat di Indonesia selama 20 tahun terakhir dan tetap menunjukkan kinerjanya walaupun dalam kondisi krisis ekonomi. Pangsa pasar Perbankan Syariah terus tumbuh yang didukung oleh populasi muslim terbesar yang dimiliki Indonesia.  
 
Dengan pesatnya pertumbuhan Perbankan syariah  di Indonesia, maka Sumber Daya Insani berkualitas yang memahami  dengan baik konsep –konsep syariah dan penerapannya pada operasional bank Syariah. Produk-produk perbankan  syariah  berbasis syariah compliance harus dipahami oleh semua  Sumber Daya Insani  (SDI) perbankan syariah untuk dapat menjalankan system/ operasional, mekanisme dan produk yang sesuai dengan syariah.
 
Sejalan dengan visi dan misinya khususnya dalam upaya peningkatan kualitas SDI Bank Syariah dan publikasi tentang perbankan syariah, perlu dilakukan peningkatan wawasan dan kemampuan sumber saya bank syariah dan juga masyarakat umum yang ingin mengetahui tentang konsep konsep operasional perbankan syariah. 
Step-by-Step Implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) Berbasis ISO 37001:2016

Ancaman penyuapan dan korupsi merupakan risiko serius yang dapat menghancurkan reputasi, menimbulkan sanksi hukum berat, dan menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi organisasi di sektor mana pun. Dalam menghadapi tuntutan integritas dan transparansi global yang semakin tinggi, implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang terstruktur menjadi kebutuhan esensial.

 

Standar internasional ISO 37001:2016 menyediakan kerangka kerja yang teruji dan diakui secara global untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons penyuapan. Implementasi SMAP berbasis ISO 37001 tidak hanya memenuhi ekspektasi regulasi (seperti Peraturan di Indonesia terkait penerapan SMAP bagi BUMN/BUMD), tetapi juga menunjukkan komitmen nyata organisasi terhadap praktik bisnis yang etis dan bebas koruapan.

Update Akuntansi Instrumen Keuangan 2026: Strategi Hedging dan Pengukuran Nilai Wajar

Memasuki tahun 2026, penerapan standar akuntansi instrumen keuangan (berbasis IFRS 9/PSAK 71 dan pemutakhiran lanjutannya) menuntut ketepatan yang lebih tinggi dalam pelaporan. Dinamika suku bunga dan fluktuasi kurs mengharuskan lembaga keuangan dan korporasi tidak hanya sekadar mencatat transaksi, tetapi juga cerdas dalam menerapkan Hedge Accounting untuk memitigasi volatilitas laba rugi.

 

Pelatihan ini membedah pembaruan terkini mengenai klasifikasi aset keuangan, model kerugian ekspektasi (ECL), serta teknik valuasi nilai wajar (Fair Value) yang sesuai dengan standar audit terkini.

Hazard Identification & Risk Assessment (HIRA) for Beginners: Cara Cerdas Mengenali Bahaya

Banyak kecelakaan kerja terjadi bukan karena kurangnya peralatan canggih, melainkan karena ketidakmampuan personel dalam mengenali bahaya yang ada di depan mata. Hazard Identification & Risk Assessment (HIRA) atau sering disebut HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) adalah fondasi utama dari setiap sistem manajemen keselamatan.

 

Pelatihan ini akan mengubah cara pandang peserta terhadap lingkungan kerja mereka. Dari sekadar “melihat” menjadi “mengamati,” serta dari “reaktif” menjadi “proaktif.” Dengan bahasa yang sederhana dan metode praktik langsung, peserta akan belajar bahwa mencegah kecelakaan adalah sebuah keterampilan yang bisa dipelajari siapa saja.

Outlook Perbankan 2026: Strategi Penyelamatan Kredit di Era Suku Bunga Dinamis

Tahun 2026 diprediksi menjadi periode transisi krusial bagi industri perbankan nasional. Dengan suku bunga acuan (BI-Rate) yang diproyeksikan bertahan di level yang terjaga (sekitar 4,75%) namun tetap responsif terhadap inflasi global, bank dihadapkan pada tantangan transmisi bunga kredit yang dinamis.

 

Pelatihan ini dirancang untuk membekali praktisi perbankan dengan pemahaman mendalam mengenai proyeksi ekonomi 2026, strategi mitigasi risiko Loan at Risk (LaR), serta teknik penyelamatan kredit yang efektif agar portofolio tetap sehat di tengah target ekspansi kredit yang agresif.

Penerapan Manajemen Risiko dan Tata Kelola terhadap Kecerdasan Artifisal di Industri Perbankan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan Tata Kelola Artifisial Perbankan Indonesia sebagai panduan bagi perbankan di Indonesia untuk memastikan teknologi kecerdasan artifisial (AI) (termasuk advanced AI systems) dikembangkan dan diterapkan secara bertanggung jawab.

 

Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia ini juga disusun untuk melengkapi berbagai rangkaian kebijakan akselerasi transformasi digital perbankan yang telah diterbitkan oleh OJK, antara lain Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, POJK 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum, SEOJK 29/SEOJK.03/2022 tentang Ketahanan dan Keamanan Siber bagi Bank Umum, SEOJK 24/SEOJK.03/2023 tentang Penilaian Tingkat Maturitas Digital Bank Umum, dan Panduan Resiliensi Digital (Digital Resilience).

 

OJK berharap Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia ini dapat menjadi acuan minimal atau panduan atau guiding principle bagi sektor perbankan dalam mengembangkan dan menerapkan sistem kecerdasan artifisial, mengingat teknologi kecerdasan artifisial akan terus mengalami perkembangan dan tantangan yang dinamis, sehingga perlu untuk saling melengkapi dalam merespon dinamika perubahan dengan berbagai kerangka regulasi, standar, panduan maupun kebijakan lain yang relevan, dengan tetap mengedepankan pengelolaan risiko dan aspek kehati-hatian.

 

Pengembangan dan penerapan sistem kecerdasan artifisial di sektor perbankan disadari berpotensi mentransformasi industri perbankan dengan mendorong inovasi, memberdayakan pengambilan keputusan yang lebih cerdas serta menciptakan pengalaman yang lebih

personal dan menarik bagi nasabah.

 

Namun demikian, pengembangan dan penerapan sistem kecerdasan artifisial di sektor perbankan dalam berbagai use cases harus dilakukan secara bertanggung jawab, agar penerapan kecerdasan artifisial mampu memberikan manfaat yang diharapkan sesuai dengan potensi yang dimilikinya serta dengan pengelolaan risiko yang terkendali, sehingga mampu melindungi nasabah termasuk menjaga stabilitas sistem perbankan serta stabilitas sistem keuangan secara luas.

 

Pengembangan dan penerapan kecerdasan artifisial juga membawa sejumlah risiko yang harus diantisipasi secara serius. Risiko utama meliputi potensi ancaman keamanan siber, perilaku tidak terduga dari sistem yang beroperasi tanpa pengawasan manusia, serta tantangan dalam penentuan tanggung jawab jika terjadi kegagalan atau kerugian akibat keputusan AI. Selain itu, kompleksitas sistem kecerdasan artifisial menuntut biaya, energi, dan sumber daya komputasi yang tinggi, serta menimbulkan isu etika dan regulasi terkait pengawasan dan perlindungan data. Oleh karena itu, adopsi kecerdasan artifisial di sektor keuangan harus disertai dengan manajemen risiko dan tata kelola yang kuat, pengawasan ketat, dan kesiapan infrastruktur yang memadai dan mengedepankan aspek kehati-hatian (due diligence).

 

Adopsi teknologi pada sektor perbankan termasuk emerging technology seperti kecerdasan artifisial harus dilakukan bank melalui serangkaian tahapan dengan memperhatikan berbagai aspek, agar proses adopsi teknologi dapat berjalan lancar dan seluruh potensi risiko yang timbul telah dipertimbangkan dengan baik. Disamping itu, pengembangan dan penerapan kecerdasan artifisial di lingkungan perbankan juga membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak yang terlibat baik dari dalam maupun luar bank (AI actors sebagai pihak yang terlibat dalam pengembangan, penerapan, dan pengelolaan sistem di sepanjang siklus hidup kecerdasan artifisial (AI life cycle)).

 

Karenanya, pengembangan dan penerapan sistem kecerdasan artifisial di sektor perbankan secara bertanggung jawab dilakukan di sepanjang siklus hidup kecerdasan artifisial, sehingga setiap tahapan yang akan dilakukan bank didasarkan atas pertimbangan kebutuhan dan tujuan yang diharapkan, pengelolaan risiko yang terkendali, tata Kelola yang efektif mengedepankan aspek kehati-hatian, serta melibatkan kesiapan seluruh sumber daya bank, sehingga sistem kecerdasan artifisial bank mampu beroperasi dalam tingkat kinerja yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan.

 

Dengan mengadopsi kerangka strategis, membangun budaya inovatif, dan mengelola aspek etika, bank dapat memaksimalkan potensi kecerdasan artifisial, mengedepankan pendekatan yang adaptif, serta mengelola sumber daya secara optimal dalam merespons dinamika perubahan. Selain itu, pengalokasian sumber daya yang tepat menjadi kunci agar pengembangan dan penerapan AI berjalan sesuai dengan tujuan strategis bank dengan menerapkan manajemen risiko dan tata Kelola yang efektif.

 

Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan penerapan manajemen risiko dan tata Kelola kecerdasan artifisial perbankan sehingga dapat meningkatkan kapabilitas manajemen dan insan perbankan dalam memastikan pemanfaatan dan pemahaman AI yang komprehensif mengenai prinsip, regulasi, serta praktik terbaik dalam pengelolaan risiko dan tata kelola AI secara berkelanjutan.

ISO 45001 : 2018 Occupational Health and Safety Management Systems

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah investasi strategis, bukan sekadar biaya operasional. ISO 45001:2018 menggunakan pendekatan High-Level Structure (HLS) yang memungkinkan integrasi mudah dengan sistem manajemen lainnya (seperti ISO 9001 atau ISO 27001).

 

Standar ini membantu organisasi menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat dengan mencegah cedera dan gangguan kesehatan terkait kerja (seperti ergonomi dan work-related stress), serta secara proaktif meningkatkan kinerja K3 sesuai regulasi pemerintah.

Strategic Procurement: Strategi Pengadaan Barang, Biaya-Biaya dan Manajemen Inventori

Setiap organisasi / badan usaha baik swasta maupun pemerintah selalu menetapkan tujuan atau target keberhasilan yang harus dicapai pada setiap periode tertentu.  Dalam rangka mencapai target tersebut perusahaan akan melaksanakan berbagai kegiatan di berbagai bidang baik operasional produksi, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia serta bidang terkait lainnya.  Untuk kelancaran pelaksanaan seluruh kegiatan tersebut perlu sarana pendukung mulai dari sistem hingga berbagai perangkat perlengkapan yang dibutuhkan. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan tersebut maka perusahaan melaksanakan kegiatan pengadaan barang dan jasa atau yang dikenal dengan procurement.

 

Dalam pelaksanaan pengadaan, tidak jarang terjadi ketidaktepatan antara kebutuhan dengan realisasi pemenuhannya. Hal ini dapat terjadi karena pelaksanaannya dilakukan secara parsial sesuai dengan kebutuhan yang ada pada saat itu ataupun hal lainnya. Hal tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan baik berupa terganggunya operasional yang berdampak terhadap kerugian finansial bahkan kredibilitas nama baik perusahaan dimata pelanggan.

 

Dalam rangka mencapai keberhasilan pelaksanaan pengadaan di perusahaan, pejabat dan pelaksana pengadaan harus memahami seluk beluk pengadaan secara komprehensif. Salah satu hal utama yang wajib dipahami adalah pemahaman tentang pengadaan strategis (strategic procurement). Strategic procurement adalah suatu rangkaian kegiatan pengadaan yang berfokus hanya kepada hal-hal strategis yang ditetapkan perusahaan sebagai bagian dari rencana strategis bisnis perusahaan ( company strategic business). Sebagai contoh misalkan dalam rangka ekspansi bisnis ditetapkan untuk memiliki tambahan gedung kantor pemasaran di beberapa wilayah. Pengadaan Gedung kantor pemasaran merupakan salah satu yang termasuk dalam strategic procurement. 

 

Bagaimana memahami strategic procurement secara komprehensif ?. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan strategic procurement ?. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam mengimplementasikan strategic procurement di perusahaan anda ?. Pelatihan ini akan mengupas secara mendalam tidak hanya secara teori namun juga dilengkapi dengan praktek pelaksanaan strategic procurement.

Canva for Marketing Pros: Mendesain Iklan High-Conversion yang Estetik

Di era digital 2026, audiens hanya memberikan waktu kurang dari 2 detik sebelum memutuskan untuk terus melakukan scrolling atau berhenti pada sebuah iklan. Desain yang sekadar “bagus” tidak lagi cukup; desain harus mampu menghentikan jempol (thumb-stopping) dan mendorong aksi klik.

 

Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara mengoperasikan fitur Canva, tetapi juga membekali peserta dengan prinsip desain komunikasi visual, psikologi warna dalam pemasaran, dan pemanfaatan AI Magic Studio terbaru dari Canva untuk mempercepat proses produksi konten iklan yang persuasif.

Optimalisasi Peran Unit Kerja pada Perusahaan Pembiayaan dalam Mitigasi Resiko Pencucian Uang

Salah-satu program APUPPT bagi Perusahaan Pembiayaan yang berdampak secara langsung pada penanganan pencucian uang adalah pelaporan transaksi keuangan mencurigakan melalui aplikasi pelaporan kepada otoritas yang berwenang, sehingga personil APUPPT seyogyanya memahami dan menguasai setiap field yang wajib diisi pada aplikasi agar laporan tidak ditolak oleh sistem dan tidak mengalami keterlambatan pelaporan.  Pelaporan Transaksi Keuangan Mencurigakan dilakukan oleh Divisi Kepatuhan Perusahaan Pembiayaan, namun demikian kualitas sebuah laporan seyogyanya perlu disupport juga oleh seluruh unit kerja atau divisi, termasuk divisi bisnis, marketing, IT, procurement, finance, HRD, internal audit, dan tentunya divisi manajemen resiko.

 

Saat ini sebuah transaksi keuangan mencurigakan pada Perusahaan Pembiayaan dilakukan pelaku kejahatan melalui berbagai jenis transaksi maupun cara transaksi yang beragam, sehingga seluruh personil APUPPT diharapkan dapat memetakan secara tepat jenis dan cara transaksi tersebut ke dalam aplikasi agar mempermudah otoritas berwenang untuk melakukan tindak lanjut tatas laporan transaksi keuangan mencurigakan yang telah disampaikan dan lebih jauh lagi penanganan kejahatan dapat berjalan secara efektif di Indonesia. Berdasarkan kasus-kasus yang terjadi di Indonesia, transaksi nasabah tersebut dapat terjadi pada berbagai tahapan, baik sejak pengajuan kredit, pembayaran angsuran, top up, maupun pelunasan, sehingga penting seluruh pegawai memahami modus-modus pencucian uang.

 

Program APUPPT yang baik memerlukan evaluasi atas hasil identifikasi transaksi keuangan mencurigakan yang telah dilakukan oleh Perusahaan Pembiayaan, diantaranya apakah field ‘reason’ pada aplikasi pelaporan telah dilengkapi dengan informasi 5W+1H secara optimal, apakah masih terdapat data dummy pada field-field yang diisi, apakah masih terdapat kesalahan pemilihan jenis laporan, apakah masih terdapat kesalahan pemilihan jenis transaksi, dan hal lainnya yang tentunya akan berdampak pada sebuah kualitas laporan. Di samping itu, evaluasi juga perlu dilakukan terhadap seluruh unit kerja atau divisi, sejauh mana implemetasi program anti pencucian uang telah efektif dilaksanakan, apakah terdapat gap antara regulasi dan penerapan di lapangan, dan bagaimana strategi untuk mengoptimalkan peran masing-masing divisi.

 

Di samping urgensi kualitas laporan, personil Perusahaan Pembiayaan juga penting memperoleh update atas resiko TPPU pada sektor pembiayaan, redflag transaksi keuangan mencurigakan pada tindak pidana asal korupsi, narkotika, perbankan, dan penipuan (business email compromise), serta iIlustrasi contoh jenis-jenis transaksi keuangan mencurigakan pada sektor pembiayaan.

 

Dengan demikian, training Optimalisasi Peran Unit Kerja/Divisi Usaha pada Perusahaan Pembiayaan dalam Mitigasi Resiko Pencucian Uang  merupakan topik yang sepatutnya diinternalisasi pada seluruh personil APUPPT pada perusahaan pembiayaan pada tahun 2026 ini.

Microsoft Excel: Step-by-Step for Basic to Intermediate Users

Di era data saat ini, Microsoft Excel bukan lagi sekadar program “tabel” biasa. Excel adalah bahasa universal di dunia kerja. Baik Anda seorang staf administrasi, analis keuangan, hingga manajer proyek, Excel adalah instrumen utama yang membantu kita menyusun kekacauan data menjadi informasi yang rapi, akurat, dan bermakna.

 

Mungkin selama ini Anda merasa Excel adalah labirin rumus yang rumit, atau mungkin Anda merasa penggunaan Excel Anda masih terbatas pada copy-paste manual yang membuang waktu. Pelatihan ini hadir untuk mengubah pandangan tersebut. Kita akan memulai dari langkah dasar membangun pondasi spreadsheet yang sehat lalu secara bertahap naik ke level menengah di mana otomatisasi dan logika mulai bekerja untuk Anda.

Digital Debt Collection & Remedial Strategy: Mengoptimalkan Teknologi Untuk Efisiensi Penagihan

Di era suku bunga dinamis dan pertumbuhan kredit yang agresif tahun 2026, metode penagihan konvensional melalui telepon dan kunjungan fisik mulai menemui titik jenuh. Tingginya biaya operasional dan batasan regulasi privasi menuntut bank serta lembaga keuangan untuk beralih ke strategi Digital Debt Collection.

 

Pelatihan ini akan membedah bagaimana pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk prediksi perilaku bayar, penggunaan Automated Voice/Chatbot, hingga Omnichannel Communication dapat meningkatkan recovery rate secara signifikan. Kita tidak hanya bicara soal menagih, tapi soal manajemen remedial yang presisi, efisien, dan tetap menjaga loyalitas nasabah.

Awareness dan Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) Berbasis Standar Internasional ISO 27001

Informasi merupakan aset yang sangat penting bagi setiap organisasi. Dalam persaingan bisnis, dapat dikatakan bahwa penguasaan informasi merupakan salah satu senjata utamanya.

 

Di lingkungan bisnis yang sangat kompetitif sekarang ini, informasi tersebut secara terus menerus mendapatkan ancaman dari banyak sumber seperti dari internal atau eksternal, yang disebabkan karena ketidaksengajaan atau memang suatu ancaman yang disengaja.

 

Penggunaan teknologi yang memberikan kemampuan organisasi untuk tumbuh dan mempertahankan pertumbuhannya, ternyata juga memperkenalkan risiko baru yaitu risiko keamanan informasi.

 

ISO/IEC 27001:2013 adalah Standar Sistem Manajemen Pengamanan Informasi yang membangun kesadaran terhadap pengelolaan keamanan Sistem Informasi organisasi secara menyeluruh dan meningkatkannya secara berkesinambungan.

Improving Service Quality of Customer Experience & Handling Complaint Communication Technique

Memahami kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction) memiliki arti penting terhadap perkembangan perusahaan. Oleh karena itu untuk sadar akan perannya sebagai ujung tombak perusahaan sangatlah diperlukan sehingga dapat lebih bertanggung jawab terhadap peningkatan mutu pelayanan.

 

Untuk itu, para front-liners ataupun mereka yang berperan sebagai ujung tombak untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan, memerlukan keterampilan dalam menerapkan tehnik-tehnik interaksi dan komunikasi efektif dalam proses memberi pelayanan kepada pelanggan, termasuk tehnik menangani keluhan.

Sistem Pengendalian Intern yang Efektif sebagai Bagian dari Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan

Di era digitalisasi perbankan dan layanan keuangan yang serba cepat, risiko fraud (kecurangan) tidak lagi hanya bersifat konvensional, melainkan telah bertransformasi menjadi serangan siber, manipulasi data, hingga penyalahgunaan wewenang yang sistematis.

 

Sistem Pengendalian Intern (SPI) bukan sekadar prosedur administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan kepatuhan, akurasi laporan keuangan, dan keamanan aset perusahaan. Pelatihan ini membedah bagaimana mengintegrasikan Framework COSO terbaru dengan Strategi Anti-Fraud (SAF) sesuai standar OJK, guna menciptakan budaya integritas yang tahan uji.

Mekanisme Pengelolaan Aset

Aset seringkali disebut sebagai “otot” dari sebuah organisasi. Tanpa pengelolaan yang sistematis, aset yang seharusnya menjadi sumber daya produktif justru dapat berubah menjadi beban biaya (cost center) yang menggerus profitabilitas perusahaan. Di tengah dinamika ekonomi tahun 2026, pengelolaan aset tidak lagi sekadar soal mencatat daftar inventaris, melainkan tentang bagaimana memaksimalkan nilai pakai (utilization) dan memperpanjang usia ekonomis aset melalui strategi yang terukur.

 

Pengelolaan aset yang efektif adalah jembatan antara efisiensi operasional dan kekuatan finansial. Melalui pelatihan ini, kita akan membedah siklus hidup aset secara utuh—mulai dari tahap perencanaan kebutuhan yang akurat, pengadaan yang transparan, pemeliharaan yang preventif, hingga proses penghapusan yang sesuai dengan regulasi dan prinsip keberlanjutan.

 

Kita tidak hanya akan berbicara tentang angka di atas kertas (akuntansi aset), tetapi juga mengenai manajemen risiko dan aspek legalitas yang melindunginya. Dengan menguasai mekanisme yang tepat, setiap personil diharapkan mampu berkontribusi dalam menekan kebocoran biaya operasional dan mendukung pencapaian target strategis perusahaan secara berkelanjutan.

Menguasai Peran Corporate Secretary: Dari Regulasi Hingga Komunikasi Efektif

Corporate Secretary adalah garda terdepan dalam tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance / GCG). Perannya tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai komunikator strategis yang mengelola hubungan dengan pemegang saham, regulator, media dan publik

 

Modul ini dirancang untuk membantu peserta memahami aspek regulasi dan komunikasi yang menjadi tanggung jawab Corporate Secretary, serta mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan peran tersebut secara efektif.

Internal Quality Audit ISO 9001:2015 Based on ISO 19011:2018

Audit Mutu Internal sebagai salah satu persyaratan ISO 9001:2015 merupakan motor penggerak untuk melakukan percepatan bagi para pelaku organisasi atau usaha dalam menghadapi tantangan usaha yang makin kompetitif dari waktu ke waktu. Audit Mutu Internal adalah tahapan penting dari Siklus Sistem Manajemen Mutu yang  meng-evaluasi tahapan siklus sebelumnya serta memberikan gambaran untuk pengambilan langkah-langkah yang tepat bagi tahapan siklus berikutnya sehinggga proses “Continuous Quality Improvement” terhadap Sistem Manajemen Mutu yang ada berlangsung dengan sempurna.

 

Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan program audit mutu internal beserta sumber daya dan materi kegiatan-kegiatan pelaksanaan audit yang tepat sehingga mampu terealisasi kegiatan audit yang memecahkan permasalahan dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu serta mewujudkan proses “Continuous Quality Improvement”.

Internalisasi National Risk Assessement (NRA) dan Sectoral Risk Assessment (SRA) Serta Tindak Pidana Asal (TPA) Berisiko Dalam Rangka Penguatan Pengawasan Program APU PPT

Dalam upaya mencegah dan memberantas TPPU, salah satu instrumen penting yang harus digunakan agar setiap upaya yang dilakukan dapat berjalan efektif adalah dengan memanfaatkan hasil penilaian risiko nasional (National Risk Assessment/NRA) terhadap TPPU karena melalui NRA TPPU ini sektor jasa keuangan dapat memahami risiko TPPU berdasarkan tingkatan risikonya agar penanganan yang dilakukan akan berfokus pada tingkat risiko tertinggi, hal inilah yang disebut penanganan TPPU dengan pendekatan berbasis risiko sesuai dengan rekomendasi FATF. Dengan dilakukannya hal tersebut, alokasi sumber daya untuk penanganan TPPU akan lebih efektif.

 

Melalui NRA TPPU , banyak kebijakan strategis yang perlu dilakukan sektor jasa keuangan untuk memitigasi risiko utama yang teridentifikasi di dalam NRA TPPU , baik kebijakan pencegahan (soft approach) maupun pemberantasan (hard approach) yang pelaksanaannya dilakukan oleh masing-masing stakeholders sesuai tugas dan fungsinya berupa pengawasan dan pengaturan serta penegakan hukum.

Dalam rentang 5 (lima) tahun terakhir, telah banyak pelaku TPPU menggunakan cara-cara yang semakin canggih, sangat kompleks dan berskala internasional dalam tindak pidana pencucian uang. Terhadap perkembangan TPPU tersebut, sudah sepantasnya sektor jasa keuangan terus mengikuti perkembangan yang ada agar langkah mitigasi yang dilakukan tidak bersifat usang (out of date). Salah satu bentuk upaya untuk mengikuti perkembangan TPPU tersebut adalah dengan melaksanakan internalisasi NRA TPPU 2021 sebagai upaya mitigasi TPPU yang telah dan akan dilakukan oleh sektor jasa keuangan sejalan dengan risiko TPPU-nya.

 

Dengan demikian, training Internalisasi National Risk Assessement (NRA) Dan Sectoral Risk Assessment (SRA) Serta Tindak Pidana Asal (TPA) Berisiko Dalam Rangka Penguatan Pengawasan Program APU PPT merupakan topik yang sepatutnya diinternalisasi pada seluruh personil APUPPT sektor sektor jasa keuangan

Microsoft Excel Masterclass For Professionals

Di dunia profesional yang bergerak serba cepat saat ini, data adalah komoditas yang paling berharga. Namun, data tanpa pengolahan yang tepat hanyalah deretan angka yang tidak bersuara. Excel bukan lagi sekadar alat untuk membuat daftar atau tabel sederhana; ia adalah mesin analisis yang menentukan seberapa tajam kita dalam mengambil keputusan bisnis.

 

Masterclass ini tidak dirancang untuk pengguna biasa. Pelatihan ini dikhususkan bagi Anda, para profesional yang dituntut untuk bekerja dengan akurasi tinggi di bawah tekanan waktu. Kita akan melampaui penggunaan rumus standar dan mulai memasuki dunia Advanced Excel, di mana efisiensi dan otomasi menjadi prioritas utama.

Registration

THE INFINITY ACADEMY

Contact Info

Gunung Sindur, Bogor

Ratna Samiah (Marketing)
0811-9878-785

Kamilia Ulfah (Admin)
0896-3025-2629

Vina Firmalia (Marketing)
0812-1849-9009

Senin-Jum'at
08.30-16.00 WIB

Follow Us
Copyright © 2026 The Infinity Academy
error: Content is protected !!